Jumat, 27 November 2020

Pengembangan Potensi Batik Berbasis Tinggalan Arkeologi di Kota Jambi


Senin, 10 Agustus 2020 | 15:36:56 WIB


Tim PPM Universitas Jambi beserta para pembatik
Tim PPM Universitas Jambi beserta para pembatik / metrojambi.com

JAMBI - Merupakan salah satu provinsi di Sumatera yang memiliki banyak peninggalan arkeologis. Salah satu yang paling terkenal adalah Candi Muara Jambi yang terletak di Kabupaten Muaro Jambi. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa di Kota Jambi juga terdapat tinggalan-tinggalan arkeologis, yaitu situs Solok Sipin yang berada di Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin.

Banyak dari warga setempat yang tidak mengetahui keberadaan situs ini, sehingga tidak ada upaya pengembangan atau menjadikannya sesuatu yang bermanfaat. Dalam hal ini, tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Prodi Arkeologi dan Sendratasik Universitas Jambi, melakukan upaya pengembangan situs Solok Sipin dalam bentuk motif kain batik. Kegiatan PPM ini bekerja sama dengan Kelurahan Legok dan Rumah Batik dan berlangsung pada tanggal 3-5 Agustus 2020.

Kegiatan PPM ini diharapkan mampu memperkaya motif-motif serta ornamen-ornamen pada batik Jambi. Hal ini diakui oleh Tinah selaku ketua Rumah Batik. “Selama ini kami memang mentok dalam motif, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk mengembangkan motif batik jambi yang diambil dari situs yang ada di sekitar kami”.

Selain itu, Tinah juga mengakui bahwa tidak banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan tinggalan arkeologis di daerah Kelurahan Legok.

Menurut Nainunis, selaku ketua tim PPM, tinggalan-tinggalan arkeologis itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin bagi masyarakat. Dengan demikian, masyarakat memiliki ciri khas dan kebanggaan. Selain itu juga diharapkan pengembangan motif batik nantinyadapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat.

Kegiatan PPM ini terdiri dari lima orang dosen Universitas Jambi, Nainunis Aulia Izza, S.Pd, M.Hum sebagai ketua (Dosen Prodi Arkeologi), Ari Mukti Wardoyo Adi, MA sebagai anggota (Dosen Prodi Arkeologi), Nugrahadi Mahanani, SS, MA sebagai anggota (Dosen Prodi Arkeologi), Wulan Restiyani, SS, MA sebagai anggota (Dosen Prodi Arkeologi), dan Amor Seta Gilang Pratama, S.Sn.,M.Sn sebagai anggota (Dosen Prodi Sendratasik)beserta 4 mahasiswa dari prodi Arkeologi.

Salah satu motif yang dikembangkan adalah ornamen-ornamen yang terdapat pada Makara. Makara hiasan pipi tangga candi yang menurut mitologi Hindu-Buddha merupakan perpaduan 3 jenis hewan, yaitu ikan, buaya, dan gajah yang berfungsi juga sebagai penjaga.

Pada kegiatan ini menghasilkan lima produk kain batik. “Kelima produk tersebut merupakan contoh awal yang kedepannya dapat dikembangkan lebih kreatif dan inovatif lagi,” tutur Nainunis.

Lebih lanjut Nainunis menyatakan bahwa kegiatan PPM ini akan simultan dalam beberapa tahun ke depan. “Kami sudah merancang roadmap untuk beberapa tahun ke depan. InsyaAllahkegiatan PPM ini tidak hanya berhenti sampai disini," tutup Nainunis.


Penulis:
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments