Kamis, 3 Desember 2020

Beredar Informasi Kejari Tanjabbar Periksa Sejumlah Pihak Terkait Kasus Pamsimas Teluk Kulbi


Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:37:18 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

KUALATUNGKAL - Beredar kabar penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang terkait pengusutan kasus dugaan penyimpangan pada program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Teluk Kulbi, Kecamatan Betara.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, Senin (19/10/2020) kemarin, mantan Kepala Desa Teluk Kulbi, Widodo mendatangi kantor Kejari Tanjabbar. Sebelumnya, Widodo sudah beberapa kali dimintai keterangan dalam kasus ini.

Sumber metrojambi di Kejari Tanjabar membenarkan jika Widodo datang kejaksaan. “Iya, yang bersangkutan (Widodo, red) ada datang,” ujar sumber.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Tanjabar, Arnol Saputra belum dapat dikonfirmasi terkait informasi pemanggilan itu. Meski bernada aktif, namun panggilan telepon dari metrojambi.com tidak diangkat. Begitu juga dengan pesan WhatsApp yang dikirimkan, juga belum mendapatkan respon.

Untuk diketahui kasus dugaan korupsi itu mencuat setelah Pamsimas di desa tersebut sempat tidak mengalir bahkan air hasil pengeborannya berasa asin.

Pamsimas di Desa Teluk Kulbi ini memakan anggaran Rp 240 juta yang bersumber dari Asian Development Bank (ADB( tahun 2018. Namun, saat ini air Pamsimas sudah mengalir dan dinikmati masyarakat. Namun, untuk membuat air itu diperlukan dana tambahan dari masyarakat sekitar hampir 70 juta atau sekitar 20 persen dari anggaran tersebut.

Kasus ini mencuat setelah Andi salah satu warga melaporkan ke Kejari Tanjabar pada Oktober 2019 lalu lebih kurang delapan bulan hingga saat ini belum ada kejelasan terkait kasus ini. Terakhir kejaksaan meminta kepada pelapor untuk melengkapi berkas yang di laporkan itu.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments