Rabu, 20 Januari 2021

1.096 Pekerja Masih Dirumahkan Akibat Covid-19, Dedi: Tiga Aduan Lanjut Ke Pengadilan


Jumat, 23 Oktober 2020 | 11:14:36 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

JAMBI - Berdasarkan data dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) provinsi Jambi per 30 September 2020, bahwasanya saat ini tersisa 1.096 orang pekerja/buruh yang masih dirumahkan akibat wabah pandemi Covid-19.

Kabid Pembinaan Wasnaker dan Hubungan Industrial Disnakertrans provinsi Jambi Dedi Ardiansyah mengatakan, jumlah tersebut mengalami penurunan dari total 4 ribuan pekerja/buruh yang dirumahkan.

"Per 30 September, jumlah perusahaan yang melaporkan status pekerjanya ada 106 perusahaan dengan jumlah pekerja yang dilaporkan ada 1.356 orang. Untuk rincian yang dirumahkan ada 1.096 pekerja dari 73 perusahaan," ujarnya, Jumat (23/10/2020).

Meski dirumahkan, para pekerja/buruh tersebut tetap menerima hak upahnya meskipun tidak semua terbayarkan penuh. "Masih (menerima,red) kok, kan mereka yang dirumahkan itu ada perjanjian bersama perusahaannya," jelas Dedi.

Selain dirumahkan, Dedi menyebut juga terdapat pekerja/buruh yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dimana saat ini tersisa 260 pekerja ter PHK. "260 orang ini dari 33 perusahaan," katanya.

Sedangkan untuk jumlah aduan dari para pekerja/buruh, Dedi mengatakan dari 57 aduan, tersisa lima aduan yang diproses. "Dan dari lima aduan yang diproses sebelumnya itu, tiga aduan lanjut ke pengadilan," tuturnya.

Seperti diketahui, pengaduan ini rata-rata terkait perselisihan antara pekerja/buruh dengan perusahaannya. Baik hubungan industrial yang memuat hak-hak pekerja seperti PHK, soal upah dan Tunjangan Hari Raya (THR).


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments