Jumat, 4 Desember 2020

Muncul Klaster Pondok Pesantren, Positif Covid-19 di Jambi Bertambah 26 Kasus


Sabtu, 24 Oktober 2020 | 19:19:05 WIB


/ Metrojambi.com/Satgas Covid-19 Provinsi Jambi

 JAMBI - Jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi Jambi kembali bertambah. Hari ini, Sabtu (24/10/2020), ada penambahan 26 kasus baru positif Covid-19, dengan rincian 23 kasus dari Kota Jambi dan 3 lainnya dari Kabupaten Muaro Jambi.

Berdasarkan update data dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Jambi, hari ini muncul klaster baru penyebaran Covid-19, yakni santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah Kota Jambi.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah menyampaikan, data 26 pasien tersebut yakni, pasien ke 1.093 seorang laki-laki inisial HNO usia 24 tahun asal Muaro Jambi, riwayat hasil screening RDT reaktif.

Kemudian pasien 1.094 seorang laki-laki inisial AAH usia 28 tahun asal Muaro Jambi, riwayat hasil screening RDT reaktif (tenaga kesehatan di RSU Ahmad Ripin). Pasien 1.095 seorang perempuan inisial RTS usia 47 tahun asal Kota Jambi, riwayat hasil screening RDT reaktif.

"Pasien 1.096 seorang laki-laki inisial SO usia 35 tahun asal Muaro Jambi, riwayat hasil screening RDT reaktif," ujar Johansyah.

Untuk 22 pasien selanjutnya berasal dari Kota Jambi, yakni pasien 1.097 seorang perempuan inisial HY usia 50 tahun riwayat perjalanan dari Jakarta. Pasien 1.098 seorang laki-laki inisial SKR usia 51 tahun, juga memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta.

Lebih lanjut Johansyah mengatakan, 16 pasien selanjutnya asal Kota Jambi merupakan santri Ponpes Al-Hidayah, dengan riwayat yang sama, yakni kontak erat pasien 666. Pasien 666 tersebut juga merupakan santri, dengan identitas seorang perempuan inisial GH usia 15 tahun asal Muaro Jambi, riwayat hasil screening RDT reaktif.

Mereka adalah pasien 1.099 seorang perempuan inisial NFL usia 16 tahun, pasien 1.100 seorang perempuan inisial PHJ usia 17 tahun, pasien 1.101 seorang perempuan inisial DIQ usia 17 tahun, dan pasien 1102 seorang perempuan inisial SFN usia 13 tahun.

Kemudian pasien 1.103 seorang perempuan inisial ALV usia 13 tahun, pasien 1.104 seorang perempuan inisial RHU usia 15 tahun, pasien 1.105 seorang perempuan inisial DLS usia 13 tahun, pasien 1.106 seorang laki-laki inisial RZ usia 16 tahun, pasien 1107 seorang perempuan inisial IDP usia 15 tahun, pasien 1.108 seorang perempuan inisial AYN usia 14 tahun, dan pasien 1109 seorang perempuan inisial SIN usia 17 tahun.

"Lalu pasien 1.110 seorang perempuan inisial FAG usia 14 tahun, pasien 1.111 seorang perempuan inisial ARA usia 14 tahun, pasien 1.112 seorang perempuan inisial NHZ usia 14 tahun, pasien 1.113 seorang perempuan inisial WS usia 16 tahun, dan pasien 1.114 seorang perempuan inisial NJR usia 12 tahun," beber Johansyah.

Empat pasien terakhir masih asal Kota Jambi, yakni pasien 1.115 seorang perempuan inisial SWI usia 57 tahun, riwayat kontak erat pasien 797. Pasien 1.116 seorang laki-laki inisial AFM usia 15 tahun, riwayat hasil screening mandiri.

Berikutnya pasien 1.117 seorang perempuan inisial MEF usia 27 tahun, riwayat hasil screening mandiri. Terakhir pasien 1.118 seorang laki-laki inisial K usia 11 tahun, juga hasil screening mandiri.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments