Sabtu, 28 November 2020

Kontak Erat dengan Pasien Positif Covid-19, 5 Warga Tebo Reaktif Rapid Test


Kamis, 06 Agustus 2020 | 20:53:33 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi /

 MUARATEBO - Seorang remaja berinisial AA (13), warga Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Rabu (5/8/2020) kemarin, dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab. AA diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Bogor.

Berdasarkan hasil tracking yang dilakukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tebo, ada 19 orang yang diketahui memilili riwayat kontak erat dengan pasien tersebut.

Dari 19 orang tersebut, 5 orang telah menjalani rapid test dengan hasil reaktif, dan saat ini tengah menunggu hasil uji swab. Begitu pula dengan 10 orang lainnya, juga telah menjalani rapid test. Sedangkan 4 orang lainnya tidak hadir untuk menjalani rapid test.

"Telah dilakukan rapid test terhadap warga yang kontak langsung dengan pasien positif. Hasilnya 10 orang negatif, 5 orang reaktif dan masih menunggu hasil swab," ujar Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Tebo, dr. Riana Elizabeth, Kamis (6/8/2020).

"4 orang lainnya tidak hadir, dan akan kita jadwalkan ulang," kata Riana menambahkan.

Lebih lanjut Riana mengatakan, saat ini pihaknya juga tengah melakukan penelusuran terhadap riwayat penularan Covid-19 terhadap pasien berinisial AA tersebut.

"Pasien berinisial AA ini memang ada riwayat dari Bogor, tetapi dirinya sudah pulang dan tiba di Tebo pada bulan April 2020 lalu. Jadi menurut saya, riwayatnya bukan dari Bogor. Sedangkan orang tua AA sendiri hasil rapid tesnya negatif. Jadi untuk riwayat penularannya kita masih telusuri," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan saran dari dokter anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Thaha Tebo, AA saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah.

Direktur RSUD Sultan Thaha Tebo, dr. Oktavienni saat dikonfirmasi membenarkan jika AA menjalani isolasi mandiri di rumah. Oktavienni menegaskan pihaknya tidak menolak AA untuk menjalani isolasi di rumah sakit.

”Kalau diisolasi di rumah benar, tapi rumah sakit bukan menolak. Menurut saran dokter anak, demi proses penanganan menjadi bagus, maka isolasi di rumah," ujar Oktavienni.

Ditambahkan Oktavienni, saat ini pihaknya juga masih menunggu kedatangan 4 orang yang akan menjalani rapid test. "Saat ini kami juga masih menunggu 4 orang warga kontak langsung yang belum di rapid test," pungkasnya.


Penulis: Suci
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments