Minggu, 20 Juni 2021

Ayo Bersihkan!!!

Kamis, 12 November 2020 | 11:06:56 WIB


/



“Haahaahaa, tenyata jelek ya kita kalo gigi kita berwarna biru,” ujar Abuy sambil tertawa.

Kami pun tertawa terpingkal-pingkal, karena buah yang rasanya manis itu membuat mulut dan gigi kami menjadi biru.

Kali Mesat bukan hanya menjadi tempat bermain bagiku dan teman-temanku. Para ibu-ibu sering mencuci pakaian dan perabotan lainnya di kali ini juga. Para bapak-bapak tak jarang memancing bersama di Kali Mesat ini pula. Bebatuan indah di kali mesat sedap nian dipandang. Alunan suara gemericik air menenangkan pikiran.

Namun, itu semua tinggal masa lalu. Cerita ketika aku dan teman-temanku masih duduk di bangku SD dulu. Sekarang kami sudah duduk di kelas 1 SMA. Kami sudah memasuki usia remaja. Begitu pula dengan kota kecil kami, perlahan tapi pasti sudah banyak sekali yang berubah. Stasiun kereta api diperbarui, menjadi lebih besar dan megah. Gerbang tol ada di kota kami, rumah sakit besar juga ada di kota kami dan mall menjadi tempat bermain kami.

Aku, Abuy, Fiza, dan Izzat sudah tidak bermain di Kali Mesat lagi. Bukan hanya karena kami sudah remaja dan malu untuk mandi bersama di kali lagi, tapi karena Kali Mesat sudah tidak layak untuk kami jamahi.

Kali Mesat yang kami cintai menjadi sangat kotor seiring dengan pembangunan kota kami. Kota kecil ini semakin padat penduduknya. Penduduk dari arah mana saja dengan santai membuat sampah ke Kali Mesat. Sebenarnya aku malu untuk mengatakan itu, karena aku dan teman-temanku juga menbuang sampah ke Kali Mesat.

Penulis: Hartika Iskandar
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments