Minggu, 20 Juni 2021

Ayo Bersihkan!!!

Kamis, 12 November 2020 | 11:06:56 WIB


/

Rinai hujan mulai membasahi kaca jendela. Hidungku menangkap aroma tanah basah tersiram air hujan. Aku suka aroma itu.

Tidak terasa matahari sudah tenggelam. Malam kelam mulai datang. Hujan juga belum berhenti dan semakin deras. Aku dan mama papaku belum bisa tidur karena merasa was-was. Aroma tak sedap datang dari kali membuat aku tak berselera makan malam.

Ketakutan yang ku pikirkan tadi sore menjadi kenyataan. Air Kali Mesat meluap, tak kuat menahan derasnya curah hujan. Aku pun kelabakan.

“Mama…..Papa!” teriak ku sambil terisak.

Mama dan papa keluar dari kamar nya.

“Kenapa Dip?” tanya papa.

“Banjiiir pa,” gumamku sambil menangis.

Pikiranku sudah tidak karuan. Dalam benakku rumah kami akan tenggelam seperti banjir yang ada di televisi. Aku melihat air sudah mulai mendekati kamarku yang tepat berada dibelakang menghadap kearah kali mesat.

“Tenang dip, tenang nak!” kata papa menenangkan ku.

“Iya nak, tenang. Sepertinya air tidak akan memasuki rumah kita. Hujan sudah berhenti. Semoga hujan tidak turun lagi,” ujar mama sambil menenangkan ku.

Malam itu menjadi malam yang mencekam. Hatiku penuh syukur karena air tidak masuk ke rumahku. Karena di belakang rumah ku masih ada beberapa pohon jengkol dan jambu.

Tanah kosong di belakang rumahku sudah seperti sungai. Hati ku menjadi sedih karena rumah Fiza dan Izzat masuk air hampir sepinggang orang dewasa. Semua barang-barang penting dibawa ke rumah ku dan rumah tetangga yang tidak terkena banjir.

Matahari kembali menyinari pagiku. Warga kompleks perumahan kami bergotong royong membantu membersihkan rumah warga yang terdampak banjir. Ini pertama kali perumahan kami mengalami musibah banjir.

Aku dan teman-temanku duduk bersama beristirahat dari membersihkan rumah Izzat dan Fiza.

“Buy, besok kita bersihkan kali yuk!” ajak ku.

“Ga kuat lah Guna,” jawab Abuy.

“Ayoklah, kalo rame-rame pasti bisa. Lagian Cuma kali di dekat rumah kita saja yang banyak sampahnya. Kali yang dihulu tidak terlalu kotor kok,” sambung Fiza.

“Ayoklah Buy,” ajak Izzat.

“Ayoklah kalo gitu,” jawab Abuy.

Hari minggu libur sekolah aku dan teman-temanku memulai aksi. Kami berempat mengajak teman-teman kami yang lainnya untuk ikut berpastisipati. Bahkan beberapa teman sekolah kami yang bukan warga perumahan kami bersedia membantu.

Mengetahui niat baik kami para ibu-ibu membuatkan cemilan dan makan siang. Para bapak-bapak membuat tulisan pemberitahuan untuk tidak membuang sampah di kali mesat lagi. Pak RT dengan sigap meminta bantuan pemerintah kota mengirimkan mobil dinas kebersihan untuk mengangkut sampah ke Tempat Pembuang Akhir.

Di dalam hati kecilku berjanji untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkunganku. Aku tidak mau ketakutan lagi. Kalo bukan aku siapa lagi yang peduli. Bersama-sama kami berteriak bahagia

“Ayooo bersihkaaaaan!”


*) Guru Kelas TK As-salam Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi


Penulis: Hartika Iskandar
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments