Sabtu, 31 Juli 2021

Dewan Dorong Pemprov Jambi Konsisten Memberikan Pembinaan Terhadap Petani

Sabtu, 21 November 2020 | 10:27:06 WIB


Anggota Komisi II Juwanda Hadir di tengah Petani Kegiatan Praktek Pembuatan Pupuk Kompos, di Desa Tuo, Kecamatan Lembah Masurai, Sabtu (21/11/2020).
Anggota Komisi II Juwanda Hadir di tengah Petani Kegiatan Praktek Pembuatan Pupuk Kompos, di Desa Tuo, Kecamatan Lembah Masurai, Sabtu (21/11/2020). / istimewa

JAMBI - Mahalnya harga pupuk saat ini menjadi keluhan para petani di Provinsi Jambi. ditambah lagi kondisi pandemi wabah Covid-19 membuat para petani semakin kesulitan.

Sementara ketahanan pangan dituntut tetap bisa dipertahankan agar tidak terjadi krisis pangan ditengah pandemi. Untuk itu Pemerintah  dituntut ikut hadir, bisa memberikan solusi ditengah kesulitan petani. Hal tersebut ditegaskan Juwanda, Anggota Komisi II DPRD Provinsi.

Anggota Komisi II menegaskan petani harus tetap bisa mendapatkan pupuk yang baik, berkualitas dan lebih bagus dari pupuk yang berbahan kimia dan harganya mahal tersebut.

Solusinya adalah pupuk organik atau pupuk kompos yang bisa diolah sendiri oleh para petani. Karena menurutnya pupuk organik selain menekan biaya, pupuk kompos kualitasnya juga lebih top.

"Jadi kegiatan ini adalah jawaban dari keluhan petani tentang mahalnya biaya pembelian pupuk dan obat obatan," tutur Juwanda di acara praktek pembuatan Pupuk Kompos, di Desa Tuo, Kecamatan Lembah Masurai, Sabtu (21/11/2020).

Politisi Muda dari PKB menambahkan dirinya akan terus mendorong pemerintah Provinsi untuk terus konsisten memberikan pembinaan terhadap petani ke depannya, sehingga harga pupuk obat tidak lagi jadi persoalan bagi para petani.

"Kenapa, karena petani sudah bisa membuat pupuk sendiri yang kualitasnya lebih baik, dan bahan bakunya gampang diperoleh," jelas Juwanda di hadapan pera petani.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, Akhmad Maushul yang hadir langsung di acara Praktek Pembuatan Pupuk  Kompos Jerami itu mengatakan hal yang sama.

Dia mengatakan pada saat panen padi jerami selalu melimpah, namun sebagian petani tidak memanfaatkan jerami dengan optimal, bahkan ada yang membakarnya.

"Padahal jika kelompok tani, para petani dapat dan terbiasa memanfaatkan kompos jerami, itu sangat baik. Karena selain kualitasnya bagus juga menekan biaya pemupukan terutama unsur hara makro N, P dan K bagi tanaman," tuturnya.

Untuk itu dia berharap agar kelompok tani dapat mengikuti praktik dengan serius, sehingga bisa tercapai output dan income sesuai yang diharapkan.


Penulis: Rina/Nita
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments