Sabtu, 16 Januari 2021

Modus Ritual Ilmu Gaib, Pelaku Setubuhi Korban di Samping Istri


Selasa, 24 November 2020 | 11:33:14 WIB


Dua orang pelaku berhasil ditangkap, yakni pasangan suami istri I (49) dan YN.
Dua orang pelaku berhasil ditangkap, yakni pasangan suami istri I (49) dan YN. / Suci/Metrojambi.com

MUARATEBO - Polres Tebo berhasil mengungkap kasus penculikan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur, dengan modus ritual ilmu gaib. Dua orang pelaku berhasil ditangkap, yakni pasangan suami istri I (49) dan YN.

Kasus ini bermula pada 29 Oktober 2020 lalu, saat pelaku menawarkan ilmu Bank Gaib kepada nenek korban, dengan syarat kain sarung dan minyak Fambo diletakkan di rumah pelaku. Saat itu, pelaku juga mengundang orang tua korban untuk melakukan ritual.

Namun saat itu ritual yang dilakukan pelaku tidak berhasil, dan uang yang digandakan tidak muncul sesuai dengan yang dijanjikan pelaku melalui bank gaib. Untuk menutupi rasa malu, pelaku kemudian melakukan celah lain.

Pelaku kemudian menawarkan ritual selanjutnya, namun dengan syarat membawa serta korban yang berinisial TM (13) dam RA (14). Sebelumnya, pelaku memang sudah pernah melihat korban.

Namun ritual kedua yang dilakukan pelaku dengan melibatkan kedua korban juga gagal. Malahan pelaku membawa kabur kedua korban dengan dibantu oleh YN, yang merupakan istri keempatnya yang saat ini juga tengah hamil empat bulan.

"Pelaku membuat tempat tinggal di dalam hutan, namun ia tidak menetap di satu tempat, melainkan berpindah-pindah. Ia juga mencari pekerjaan untuk bertahan hidup," ujar Kapolres Tebo AKBP Gunawan Trilaksono, Selasa (24/11/2020).

Gunawan menambahkan, selama di hutan pelaku juga melakukan persetubuhan terhadap kedua korban, yang diduga telah diguna-guna oleh pelaku.

"Pelaku mengakui selama 21 hari di hutan, kedua korban juga disetubuhi hingga puluhan kali. Bahkan pelaku juga pernah berhubungan badan bersama korban juga istrinya sebanyak tiga kali," ungkap Gunawan.

Dalam kasus ini, lanjut Gunawan, pihaknya menjerat pelaku dan istrinya dengan pasal 332 KUHPidana jo Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sementara itu, I saat ditanyai wartawan juga mengakui jika ia telah menyetubuhi kedua korban hingga puluhan kali.

"Seingat saya dengan TM 20 kali dan dengan RA 12 kali. Perbuatan tersebut saya lakukan di samping istri saya. Selain itu juga pernah empat kali saya lakukan bersamaan dengan istri saya secara bergilir," ungkap I.

Ditambahkan I, perbuatannya itu murni karena hawa nafsu, tidak ada sangkut pautnya dengan ritual ilmu gaib. "Saya khilaf, semua karena nafsu saya saja, tidak ada terkait ilmu gaib," pungkasnya.


Penulis: Suci
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments