Minggu, 17 Januari 2021

Tersangka Kasus Asuransi Usaha Tani Padi Ditahan Kejaksaan Batanghari


Jumat, 27 November 2020 | 14:43:02 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARABULIAN - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Batanghari melakukan penahanan terhadap E, ketua Kelompok Tani Sungai Aur dan Sungai Aur Satu, Kamis (26/11/2020).

Penahanan terhadap E dilakukan setelah ia ditetapkan sebagai tersangka kasus Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Desa Terusan, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Batanghari Bambang Harmoko mengatakan, kasus tersebut bermula pada tahun 2019 lalu pihak kelompok tani mengajukan permohonan asuransi usaha tani padi kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

"Dugaan korupsi pada klaim pencairan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) Cabang Jambi pada tahun 2019 di Desa Terusan Kecamatan Maro Sebo Ilir Kabupaten Batanghari, "ujar Bambang, Jumat (27/11/2020).

Bambang menambahkan, berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi, total kerugian negara mencapai tujuh ratus juta rupiah.

Dalam perkara tersebut penyidik juga telah memeriksa 106 orang saksi terdiri dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Batanghari, pihak Jasindo dan PT Pirsa Mandiri.

"Klaim asuransi ini jika gagal panen satu hektar mendapatkan 6 juta dan ditanam pada tahun berikutnya,tetapi kenyataannya petani ini ada yang tidak memiliki lahan satu hektar, kemudian terkait kucuran dana tersebut petani menerima berpariasi, ada yang tidak menerima uang, ada yang hanya dua ratus ribu rupiah," bebernya.

Diketahui tersangka yang merupakan ibu rumah tangga ini merupakan residivis kasus penipuan. Setelah menetapkan tersangka Kejaksaan Negeri Batanghari langsung melakukan penahanan selama dua puluh hari dan dititipkan di Polsek Muara Bulian.

"Pada tahun 2005 tersangka pernah terlibat dalam kasus penipuan,tersangka ditahan di rutan Polsek Muara Bulian terhitung 26 November sampai 15 Desember," pungkasnya.


Penulis: chy
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments