Jumat, 23 April 2021

Bupati Tanjabbar Tinggalkan Paripurna Pengesahan RAPBD, Dewan: Ini Baru Pertama Kali Terjadi


Senin, 30 November 2020 | 19:30:33 WIB


Ahmad Jafar
Ahmad Jafar /

 KUALATUNGKAL - Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Safrial melakukan aksi walk out saat paripurna pembahasan dan pengesahan RAPBD 2021, Senin (30/11/2020). Sikap Safrial tersebut membuat heran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjabbar.

"Kami juga tidak mengerti apa yang menjadi masalah pemda, karena dari awal pembahasan RAPBD ini biasa saja dan normal saja. Kami tidak mengerti sikap bupati hari ini. Jujur, kami bingung juga," kata Wakil Ketua DPRD Tanjabbar, Ahmad Jafar saat dikonfirmasi wartawan usai paripurna.

Jakfar juga heran dengan kejadian kali ini. Sebab, semua mekanisme yang ada sudah dijalankan sesuai dengan prosedur. 

Bahkan Jafar mengatakan ini merupan sejarah bagi Tanjabbar, dimana untuk pertamakalinya seorang bupati meninggalkan paripurna pengesahan RAPBD.

"Tiga periode saya menjadi anggota DPRD Tanjabbar, ini pertamakalinya bupati walk out dari paripurna," ungkap Jafar.

Jafar menegaskan mekanisme sebelum pembahasan ABPD ini berjalan dengan normal. Adapun Pemkab Tanjabbar mengajukan RAPBD yang kemudian dilakukan pembahasan secara normal.

"Pertama melalui paripurna dihadiri oleh kepala daerah dan jajaran. Sampai berlanjut rapat program di komisi, dan ini juga berjalan normal. Tidak ada sesuatu yang aneh, dan tidak ada yang luar biasa," bebernya.

Diakui Jafar, memang ada program-program yang diusulkan oleh Pemkab Tanjabbar yang dilakukan streching. Namun menurut Jafar, hal-hal semacam itu adalah hal yang lumrah dan sering terjadi.

"Yang kita temui di komisi memang ada beberapa program yang tidak ada pencapain di dalam target program RPJMD, ini lebih banyak komisi tiga. Ini emang di stretching dan ini lumrah dan biasa saja," ujarnya.

Di sisi lain, soal penyampaian Bupati ada perubahan skema pengajuan Pemkab, Jafar menyebutkan bahwa perubahan-perubahan tersebut telah di setujui oleh tim TAPD Kabupaten Tanjabbar.

Hal tersebut juga berdasarkan usulan yang telah di bahas secara bersama-sama baik dari Tim TAPD, OPD bersama dengan dewan.

"Kami hanya mengambil hak budgetin di dprd. Jadi itu juga sudah di bicarakan bersama di tim tapd dan opd. Misal menjadi naik jumlah pembiayaan karena usulan opd dan yang memang harus di akomidir dan kita anggap penting. Dan dalam hal ini tidak ada dinamika yang luar biasa," terangnya

Menurutnya, ini sebuah masalah sebab yang mengajukan bupati melalui TAPD nya tetapi terjadi seperti ini.

"Makanya kami heran, ini kejadian luar biasa dan ini baru pertama kali. Saya baru ketemu bupati walk out saat pembahasan apbd yang ini di ajukan oleh dia sendiri. Oleh karena itu saya kira ini suatu problem," tutupnya.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments