Kamis, 6 Mei 2021

Menerima atau Menggugat, Ini Kata Direktur Media Center CE-Ratu


Senin, 21 Desember 2020 | 10:12:32 WIB


Desy Arianto
Desy Arianto / metrojambi

JAMBI – Pasangan calon (paslon) 01, Cek Endra - Ratu Munawaroh (CE-Ratu) hanya punya waktu tiga hari, terhitung hari ini, Senin (21/12) untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) jika tidak terima hasil penghitungan suara pemilihan gubernur (Pilgub) Jambi 9 Desember lalu.

Terkait hal itu, Direktur Media Center CE-Ratu Munawaroh, Desy Arianto, mengatakan, pihaknya masih mengkaji keputusan yang akan diambil, apakah akan menerima atau mengajukan gugutan ke MK.

“Keputusan itu akan dikaji, semua kita kaji. Kalau menerima apa baik buruknya, begitu juga kalau mengajukan gugatan, baik buruknya apa, efeknya apa. Itu kita kaji, tim dan paslon akan membuat keputusan,” kata Desy.

Saat ini kata Desy, dirinya belum bisa memastikan apakah menerima atau mengajukan gugatan ke MK. “Sekarang masih dikaji, mudah-mudahan keputusan yang diambil adalah keputusan terbaik bagi semuanya, termasuk konstituen,” tukasnya.

Seperti diketahui, hasil penhitungan suara pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Al Haris - Abdullah Sani (Haris-Sani), memperoleh suara terbanyak yakni 596.621 suara atau unggul dengan 38,07 persen.

Kemudian pasangan nomor urut 1 Cek Endra - Ratu Munawaroh (CE-Ratu) kalah tipis dengan perolehan suara 585.203 suara atau sebesar 37,34 persen. Keduanya hanya terpaut selisih angka hanya 11.418 suara atau 0,7 persen dari 11 kabupaten/kota yang ada dalam provinsi Jambi.

Sementara pasangan petahana Fachrori Umar-Syafril Nursal (Fachrori-Syafril) memperoleh 385.388 suara atau 24,59 persen. Meski pasangan Haris-Sani diputuskan memperoleh suara terbanyak dalam kontestasi ini, namun belum ditetapkan sebagai pemenang Pilgub Jambi.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments