Minggu, 17 Januari 2021

Manajemen Baru Metro Jambi


Rabu, 06 Januari 2021 | 09:48:13 WIB


/

 Oleh: Joni Rizal *)

HARI ini (6/1/2021), Harian Pagi Metro Jambi tepat berusia 4 tahun. Usia yang relatif muda, memang, tapi mampu menorehkan warna signifikan pada dinamika industri media cetak di Provinsi Jambi.

Dinamis. Itulah ciri khas “anak muda” ini. Kata kunci itulah yang antara lain mengantarkan Metro Jambi dan Metrojambi.com sampai kini mampu menyuguhkan berita demi berita ke khalayak pembaca. 

Dan..., karena dinamisasi itu pula mulai hari ini saya dipercaya memegang tampuk pimpinan tertinggi Metro Jambi dan Metrojambi.com. Sebuah amanah yang berat dan menantang di tengah ramainya badai mengintai.

***

Ketika pertama kali rapat dengan manajemen Metro Jambi, saya menyampaikan dua hal penting yang akan mewarnai perjalanan koran ini ke depan. Pertama, tren global meredupnya industri media cetak. Kedua, badai pandemi Covid-19 yang mengobrak-abrik banyak sekali aspek kehidupan.

Belum lagi masalah internal, seperti kualitas sumber daya manusia, aspek manajemen, dan lain sebagainya. Belum lagi saya pribadi yang cukup lama vakum dari dunia media –setelah dulu lama menjabat pemimpin redaksi Jambi Independent dan Jek TV.

Tapi tren global itu ternyata bukan hantu-hantu amat. Dari belasan tahun lalu para penujum sudah meramal koran akan mati. Tapi Metro Jambi tetap eksis. Bahkan punya anak, Metrojambi.com, yang kini masuk deretan papan atas media online di Jambi.

Itu karena konvergensi media --yang di-back up teknologi digital super pesat-- tidak semudah menutup media cetak lalu membuat media online. Membangun industri media online juga tidak semudah menulis pesan WhatsApp atau membuat status di Facebook dan berkicau di Twitter. Tidak.

Banyak juga media online yang dibangun dengan penuh semangat dalam tempo tiga bulan menjadi lembek, seperti terong rebus. Sebagian seperti jamur kuping, mekar di musim hujan lalu kering di musim panas.

Tapi Covid? Ya, tentu saja virus ini masih menjadi momok bin demit. Total penderita di Provinsi Jambi menembus angka 3.300 lebih, dengan kematian mencapai 56 orang. Orang awam hingga pejabat diserbunya.

Dunia usaha memasuki fase galau, tidak terkecuali Metro Jambi dan Metrojambi.com. Belum lama, saya mengkritik Pemerintah Provinsi Jambi yang menggeser dana Biro Humas –tempat bergantungnya banyak media—untuk kegiatan penanganan Covid.

Padahal, setelah dokter dan tenaga medis lainnya, awak media yang akan menjadi umpan peluru -andai serangan virus Covid itu bisa disamakan dengan serangan peluru senapan jarak jauh para penembak jitu musuh.

Itu karena media harus berada di garis pertempuran, di tengah pusat penanganan Covid, untuk mengumpulkan lalu mengabarkan informasi tentang virus ini kepada publik.

Eh, malah dana yang selama ini menopang media diberangus. Dari Rp 11,8 miliar menjadi Rp 1,7 miliar! Pemerintah kabupaten/kota juga begitu. Para pebisnis pun ikut memangkas anggaran promosi. Bisnis media menjadi labil.

Tapi, bukankah kita juga punya kabar gembira? Vaksin Covid segera menembus tubuh para pekerja medis, lalu anggota masyarakat lainnya, untuk selanjutnya menyebar hingga menjadi tameng kolektif alias herd immunity. Ekonomi 2021 diprediksi menggeliat.

Nah, kami menganggap perubahan manajemen Metro Jambi ini juga sebagai vaksinasi. Agar kebal dari penyakit, agar terus sehat dan tampil prima. Performa yang prima akan menjadikan Metro Jambi lebih dinamis dan “lebih muda”.

Inovasi menjadi kata kunci berikutnya. Integrasi awak redaksi ke dalam satu wadah, salah satu wujud implementasinya. Mulai hari ini, redaksi Metro Jambi dan Metrojambi.com akan menyatu dalam satu newsroom dengan satu komando.

Bagi kami yang “anak muda”, teknologi digital dengan segala macam varian dan platform yang dilahirkannya adalah soulmate, sahabat sejati. Mempertahankan koran paperless tanpa media digital/online adalah konyol; membangun media online dengan menutup media cetak adalah bunuh diri. Keduanya bisa saling melengkapi.

Gerbong mutasi di manajemen juga bergerak. Sabar Yusminardi, yang selama ini di jajaran direksi, mendapat tugas fungsional sebagai Wakil General Manager/Wakil Pemimpin Redaksi.

Wartawan senior Amril Hidayat ditunjuk sebagai Pemimpin Perusahaan. Sedangkan redaktur kawakan Sahrial dipercaya menjabat Redaktur Pelaksana merangkap Koordinator Liputan.

Wildan Arif dan Anton, yang masing-masing sebelumnya memegang jabatan General Manager dan Pemimpin Redaksi, akan tetap berada “di dalam, tetapi di luar” pada jajaran direksi.

Menyentuh usia 4 tahun ini, kami mengucapkan terima kasih kepada para mitra, baik di pemerintahan maupun swasta. Terima kasih juga kepada para pembaca setia. Karena Anda semua kami ada.

 
*) Direktur Utama/Pemimpin Redaksi Metro Jambi


Penulis: Joni Rizal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments