Jumat, 22 Januari 2021

Kurangi Konflik Antara Masyarakat dan Perusahaan, Provinsi Jambi Terima 64 SK Hutan Sosial


Kamis, 07 Januari 2021 | 11:11:39 WIB


Penyerahan SK Perhutanan Sosial dan Hutan Adat
Penyerahan SK Perhutanan Sosial dan Hutan Adat / istimewa

JAMBI - Provinsi Jambi menerima 64 Surat Keputusan (SK) hutan adat, hutan sosial dan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dengan luas 32.500,92 hektare bagi 9.424 KK. Penyerahan ini berlangsung secara virtual se-Indonesia pada Kamis (07/01/2021) oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Gubernur Jambi, Fachrori Umar dan masyarakat penerima SK di Provinsi Jambi hadir untuk menerima SK dari presiden secara virtual, di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi. Hadir pula pada kesempatan tersebut Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Masyarakat Adat Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Muhammad Said dan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jambi, Ahmad Bestari.

Seperti diketahui, perhutanan sosial merupakan salah satu solusi penyelesaian konflik kehutanan dengan masyarakat yang tinggal di dalam kawasan hutan. Kelompok masyarakat pemegang izin perhutanan sosial berhak mengelola kawasan hutan sesuai izin area untuk kegiatan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Presiden menyampaikan, hari ini diserahkan 2.929 SK Perhutanan Sosial di seluruh tanah air, di seluruh Indonesia, luasnya 3.442.000 hektare. Dengan adanya SK Perhutanan Sosial diharapkan akan bermanfaat bagi kurang lebih 651.000 KK. Selain itu juga diserahkan 35 SK hutan adat seluas 37.500 hektare dan 58 SK TORA seluas 72.000 hektare di 17 provinsi.

"Pemerintah akan terus mendorong redistribusi aset ini melalui kebijakan perhutanan sosial dan reforma agraria. Redistribusi aset juga menjadi jawaban atas sengketa agraria yang marak terjadi dan ini menjadi salah satu jawaban atas sengketa-sengketa agraria yang ada, baik itu antara masyarakat dengan perusahaan atau antar masyarakat dengan pemerintah," ujar Jokowi.

Sementara Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Masyarakat Adat Direktorat Jenderal Perhutaan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK, Muhammad Said menyatakan, bahwa SK ini dikeluarkan agar masyarakat dapat mengelola hutan untuk kesejahteraan.

"Di Jambi ini ada 64 SK yang diterbitkan untuk hutan sosial. Secara nasional, Provinsi Jambi memiliki hutan adat yang terbanyak, dan ada beberapa yang masih dalam proses, dan yang paling banyak adalah di Kabupaten Merangin," tuturnya.

Said menjelaskan, tujuan diterbitkannya SK ini salah satunya adalah untuk mengurangi konflik antara masyarakat dan perusahaan. Dengan adanya SK ini diharapkan akan mengurangi konflik antara masyarakat dengan perusahaan, sehingga perusahaan dan masyarakat dapat berjalan bersama, sehingga masyarakat punya legalitas untuk mengelola.

"Di Provinsi Jambi ada 333 hektare lebih, dan masih ada 133 ribu lebih potensi yang akan terus diberikan hak legalitasnya kepada masyarakat, dan izin yang sudah diterbitkan 414 izin untuk 34.974 KK," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments