Selasa, 19 Januari 2021

Bupati Kerinci: Bank Jambi Jadi Garda Terdepan Dalam Pemulihan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19


Jumat, 08 Januari 2021 | 15:31:34 WIB


Bupati Kerinci, Adirozal menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 PT. Bank Pembangunan Daerah Jambi, Jumat (8/1/2020)
Bupati Kerinci, Adirozal menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 PT. Bank Pembangunan Daerah Jambi, Jumat (8/1/2020) / Dedi/metrojambi.com

SUNGAI PENUH – Bupati Kerinci, Adirozal memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 PT. Bank Pembangunan Daerah Jambi, Jumat (8/1/2020).

Upacara digelar di halaman kantor Bank Jambi Cabang Sungai Penuh, diikuti karyawan dan karyawati Bank Jambi Cabang Sungai Penuh, Asisten 2 Setda Kota Sungai Penuh, pimpinan DPRD, kepala OPD, serta tokoh masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Upacara digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Seluruh peserta upacara diwajibkan memakai masker. Di lokasi upacara juga disediakan tempat mencuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh.

" Semoga dengan bertambahnya usia, bisa menambah semangat dan motivasi yang lebih baik dari tahun lalu dalam memperbaiki kekurangan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Serta bisa menjadi yang terdepan dalam pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini," kata Adirozal yang didampingi Pimpinan Bank Jambi Cabang Sungai Penuh, Mulyadi.

Ditambahkan Adirozal, juga patut disyukuri bahwa Bank Jambi masih tetap eksis dalam melayani jasa perbankan kepada masyarakat di tengah persaingan perbankan yang semakin tajam.

" Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi yang telah memberikan perhatian yang besar kepada Bank Jambi sehingga kinerja Bank Jambi tetap baik sampai dengan saat ini. Ucapan terima kasih ini juga kami sampaikan kepada jajaran pimpinan, staf dan seluruh karyawan karyawati Bank Jambi yang telah bekerja keras mengerahkan tenaga dan pikiran menunjukkan dedikasi dan loyalitas yang tulus beserta dukungan dan dorongan keluarga besar Bank Jambi, sehingga Bank Jambi tetap eksis di tengah-tengah masyarakat dengan mempertahankan predikat bank yang sehat, " ungkapannya.

Bupati Kerinci dua periode itu juga minta kepada semua karyawan dan karyawati Bank Jambi untuk tidak terlena dan jangan cepat merasa puas. Ke depan harus bekerja lebih baik untuk meningkatkan kinerja dengan selalu optimis memacu diri untuk meraih prestasi, meningkatkan profesionalisme melalui belajar dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi agar sasaran-sasaran yang telah dibuat dapat tercapai di tengah pandemi Covid 19, tapi harus tetap optimis ekonomi di tahun 2021 akan kembali membaik dengan adanya program pemulihan ekonomi Indonesia.

“Tahun 2020 telah kita lalui dengan baik di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang setidaknya masih akan berdampak terhadap kondisi perekonomian maksimal 1 tahun ke depan, Bank Jambi tetap mampu mempersembahkan kinerja terbaik selama tahun 2020 diantaranya terjadinya peningkatan asset, dana pihak ketiga, kredit dan laba setelah pajak. Serta semua rasio likuiditas telah memenuhi treshold. Di samping itu tahun 2020 telah dilaksanakan tahap awal proses pembangunan gedung Bank Jambi. Proses pembangunan ini diharapkan tidak memakan waktu yang cukup lama minimal 2 tahun mendatang,” bebernya.

Adirozal juga mengatakan jika tahun 2021 akan penuh dengan tantangan dalam era pemulihan ekonomi nasional yang cukup terpuruk dan nyaris resesi sebagai akibat dari pandemi Covid-19. Namun pemerintah tetap optimis Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan setelah pandemi.

" Optimisme tersebut didukung dengan meningkatnya angka pemulihan atau recovery rate yang hingga saat ini telah mencapai 75,27%. Pemerintah dalam hal ini melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia meminta peran aktif seluruh perbankan melalui beberapa program stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional. Bank Jambi sebagai salah satu perbankan daerah yang menerima program stimulus tersebut berkomitmen melaksanakan program secara maksimal sebagai fungsi intermediasi antara pemerintah dan pelaku UMKM," pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments