Jumat, 22 Januari 2021

Arena Road Race Rp 14 M Mubazir, BPK Temukan Kejanggalan Senilai Rp 500 Juta


Senin, 11 Januari 2021 | 09:43:26 WIB


Pembangunan arena road race Kualatungkal Tanjab Barat mubazir dan jadi temuan BPK
Pembangunan arena road race Kualatungkal Tanjab Barat mubazir dan jadi temuan BPK / Metrojambi.com

 KUALATUNGKAL - Proyek pembangunan arena road race Kualatungkal, Tanjung Jabung Barat, amburadul dan mubazir. Menghabiskan dana sekitar Rp 14 miliar, proyek multi years itu tidak dapat dimanfaatkan. Saat audit 2020, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sejumlah kejanggalan.

BPK memeriksa lokasi pada Februari 2020 dan menemukan kondisi fisik proyek yang mengecewakan. Turut bersama auditor saat itu, sejumlah pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanjab Barat, seperti Pejabat Pembuat Komitmen/Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPK/PPTK), konsultan pengawas, dan kontraktor.

Wartawan Metro Jambi di Tanjab Barat, Eko Siswono, yang melihat langsung lokasi proyek pada Minggu (10/1/2021) melaporkan bahwa  kondisi fisik proyek tersebut banyak yang hancur. Area proyek yang dikerjakan oleh PT Dasal Jaya Bersama (DJB) dan CV Sumber Abadi Sentosa (SAS) itu berpagar seng warna merah hati.

Pintu masuknya seperti dijebol paksa, dengan seng penutup yang juga terbuka dan roboh. Tidak ada papan nama proyek. Tumpukan ban mobil, biasa dipakai untuk pengaman para pebalap, tersebar di sejumlah titik.

Parahnya, di atas aspal jalur racing itu tumbuh rumput, terutama di bagian yang tergenang air. Di beberapa bagian lain tampak tumpukan tanah kuning sehingga arena balap itu sangat rawan bila dimanfaatkan. 

Tampak jelas pengaspalan seperti asal-asalan. Di beberapa titik bahkan aspal terlihat amblas. Kuat dugaan, pengaspalan dilakukan ketika timbunan tanah belum keras.

Usai pemeriksaan fisik, auditor BPK Perwakilan Jambi mencatat, ada kekurangan volume pengerjaan senilai Rp 436,2 juta. Di antaranya karena kurangnya pelapisan jalan, terutama pada pondasi dan aspal. Bahkan, walau sudah dilakukan addendum tanpa mengubah kontrak yang berakhir pada November 2019, progress pekerjaan juga tidak selesai hingga 100 persen.

Baik PPK, PPTK, pengawas dan kontraktor seragam menyatakan pekerjaan sudah selesai 100 persen. Itu karena saat melewati batas kontrak, pekerjaan tetap dilanjutkan dan kontraktor dikenakan denda. Kenyataan di lapangan, hasil pengerjaan proyek tersebut jelas tak memenuhi syarat, sebagaimana dicatat BPK. Denda pun masih belum jelas.

“Terdapat kekurangan volume pada pekerjaan sebesar Rp 436,2 juta, kekurangan volume atas pekerjaan yang belum dibayarkan sebesar Rp 53,9 juta dan denda keterlambatan pekerjaan yang belum dikenakan sebesar Rp 29 juta,” tulis BPK dalam laporan hasil audit yang didapat Metro Jambi.

Proyek arena balapan ini berawal pada 2018 dengan pola multi years. Tahap awal, Pemkab Tanjab Barat menganggarkan dana APBD sebesar Rp 2 miliar dengan nama Proyek Pembangunan Arena Mini Road Race Pelabuhan Ro Ro Kualatungkal.

Selanjutnya, pada 2019 melalui proyek yang sama dianggarkan lagi dana sebesar Rp 6 miliar. Tender dibuka pada April 2019 dengan dengan mensyaratkan peserta dari kualifikasi usaha kecil dan non kecil.

Melewati serangkaian tahapan, tender dimenangkan oleh PT Dasal Jaya Bersama (DJB), kontraktor yang terdaftar dengan alamat Jalan Kapten Pierre Tendean Tungkal 3, Tungkal Ilir. PT DJB menang dengan penawaran terendah, yakni Rp 5,2 miliar, menyingkirkan belasan kontraktor lainnya.

Salah satu saingan PT DJB adalah PT Andalas Raya, yang menawar paling rendah, yakni Rp 4,7 miliar, tapi tersingkir. Berdasakan informasi dari website LPSE Tanjab Barat, kontrak kerja proyek ini ditandatangani oleh manajemen PT DJB pada  21 Mei 2019.

Tidak cukup sampai di situ. Pada pertengahan 2019 Pemkab Tanjab Barat kembali membuka tender proyek arena road race ini dengan anggaran sebesar Rp 6 miliar lagi. Hanya saja, nama proyek diubah menjadi Peningkatan Jalan Road Race Pelabuhan Ro Ro Kuala Tungkal.

Tender mulai dibuka pada 25 September 2019. Menariknya, syarat kualifikasi usaha diubah menjadi non kecil, sehingga semua peserta tender adalah CV (perseroan komanditer), tidak ada PT (perseroan terbatas).

Pada Oktober 2019, tender ditutup dengan pemenang CV Sumber Abadi Sentosa (SAS), yang tercatat beralamat di Jalan Bahagia, Kualatungkal, dengan harga penawaran Rp 5,7 miliar. Hasil kerja PT SAS inilah yang muncul di dalam laporan audit BPK.

Ditanya soal ini, Kejaksaan Negeri Tanjab Barat menyatakan segera membahas temuan ini dengan Inspektorat dan pihak-pihak terkait. “Kita akan komunikasi dengan Inspektorat terkait temuan BPK tersebut, sudah sampai mana tindak lanjutnya,” kata Kasi Intel Kejari Tanjabbar Arnol Saputra, Minggu (10/1/2021).

Arnol mengatakan, pihaknya akan mempertanyakan upaya yang dilakukan Inspektorat selaku pihak yang diberi kewenangan oleh BPK untuk menyelesaikan persoalan ini. Dari hasil kordinasi, kata dia, bisa jadi pihaknya akan melakukan sejumlah upaya, seperti pemanggilan kontraktor dan pihak lainnya.

Sebelumnya, Kepala Inspektorat Tanjabbar Encep Jarkasih membenarkan adanya temuan BPK atas proyek road race. “Memang ada temuan BPK," katanya. Hanya saja, Encep enggan menyebutkan nilai temuan tersebut. "Yang jelas ada temuan BPK," elaknya.

Menurut Encep, pekerjaan arena road race pada 2019 tidak sampai 100 persen, melainkan hanya seitar 80 persen. “Sisanya dikerjakan pada 2020. Namun, pekerjaan 2020 tidak dibayarkan. “Tapi ini masalah lain lagi," ujarnya.


Penulis: Eko Siswono/mrj
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments