Minggu, 7 Maret 2021

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Kematian Gadis Remaja di Tanjabbar


Jumat, 15 Januari 2021 | 15:11:47 WIB


Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro
Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro / dok.metrojambi.com

 KUALA TUNGKAL - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjabbae)  menghentikan penyelidikan terkait kasus kematian gadis remaja berinisial NF (16), warga RT 16 Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar.

Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro mengatakan, pihak keluarga yang awalnya meminta untuk dilakukan autopsi atas kematian korban akhirnya mencabut permintaan tersebut.

"Alasannya pihak keluarga sudah mengikhlaskan kejadian tersebut. Jadi (penghentian penyelidikan, red) ini atas permintaan keluarga," ujar Guntur, Jumat (15/1/2021).

Pihak kepolisian sendiri telah meminta keterangan dari sejumlah pihak, baik dari keluarga maupun teman dekat korban. Selain itu, juga telah dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

"Berdasarkan hasil visum luar yang telah dilakukan tidak ditemukan adanya kekerasan fisik. Untuk darah yang muncul berdasarkan keterangan dokter itu berasal dari dalam tubuh," sebut Guntur.

Guntur juga membenarkan jika korban sempat makan bubur bersama pacarnya. Ia juga menyebutkan jika korban juga sempat ke gudang kelapa di Parit Gompong.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan, Guntur mengatakan tidak ditemukan tidak pidana yang mengakibatkan nyawa korban melayang.

"Sementara untuk hasil penyelidikan dari awal korban pergi bersama teman dekatnya kemudian makan bubur ayam, kemudian juga sampai di Gudang, keterangan teman dekatnya sinkron, artinya belum di temukan indikasi yang mengarah pada dugaan tindak pidana," bebernya.

Untuk penyebab pasti kematian korban, Guntur mengatakan belum diketahui. Berdasarkan keterangan dari dokter yang melakukan visum, untuk mengetahui penyebab kematian harus dilakukan autopsi.

"Sementara pihak keluarga tidak ingin dilakukan autopsi. Penyidik bisa lakukan autopsi tanpa persetujuan pihak keluarga, jika memang di penyelidikan awal ditemukan adanya indikasi yang mengarah pada tindak pidana," ucapnya

Dari keterangan yang didapat dari teman korban jika korban masih bernyawa dan sempat dilarikan klinik Amanda.

"Namun, dari penyidikan awal juga belum ditemukan adanya indikasi tindak pidana. Korban juga berdasarkan keterangan saksi, korban ditemukan di kamar mandi dan dalam kondisi masih sadar. Pada saat sadar korban hanya meminta untuk diambilkan HP nya yang jatuh, yang kemudian korban langsung dibawa ke rumah sakit," pungkasnya.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments