Kamis, 25 Februari 2021

Perkuat Pemulihan Ekonomi, BI Jambi Sampaikan Sejumlah Kebijakan


Senin, 18 Januari 2021 | 16:35:31 WIB


Suti masniari Nasution
Suti masniari Nasution / istimewa

JAMBI - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi bersinergi membangun optimisme pemulihan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di masa Pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan melalui pertemuan virtual bersama forum wartawan, Senin (18/01/2021).

Terdapat satu kondisi prasyarat dan lima respon kebijakan untuk mendukung kebijakan tersebut. Dimana vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19 merupakan kondisi prasyarat, sementara lima respon kebijakan meliputi :

Pertama, pembukaan sektor produktif dan aman. Kedua, percepatan stimulus fiskal realisasi anggaran. Ketiga, stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial. Keempat program restrukturisasi dan mendorong kredit dan dunia usaha. Kelima, digitalisasi ekonomi dan keuangan khususnya UMKM.

Kepala perwakilan BI Provinsi Jambi, Suti masniari Nasution mengatakan, BI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), perbankan dan dunia usaha untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional.
Menurutnya, wilayah Jambi pertumbuhan ekonomi tahun 2021 memiliki momentum untuk tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. “Membaiknya ekonomi global pasca pandemi Covid-19 turut mendorong perekonomian nasional dan provinsi Jambi di tahun ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Suti menjelaskan, bahwa membaiknya permintaan di tingkat domestik maupun internasional mendorong peningkatan harga komoditas utama Jambi, yaitu sektor pertanian seperti kelapa sawit dan sektor pertambangan yakni migas dan batubara.

“Sehingga diharapkan dapat menopang pertumbuhan di tahun ini,” katanya.
Selain itu, kebijakan fiskal pemerintah yang ekspansif khususnya dalam mendukung proyek infrastruktur proyek strategis nasional, di antaranya jalan tol Trans Sumatera dan program APBD terutama berupa dana desa atau kelurahan, bantuan pangan non tunai (BNPT) serta belanja di daerah di perkirakan dapat mendorong konsumsi dan memberikan multiplier effect terhadap perekonomian.

BI Provinsi Jambi terus mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi Jambi antara lain dengan mendorong efektivitas tim pemulihan ekonomi provinsi Jambi dengan terus bersinergi bersama instansi vertikal daerah dan pemerintah daerah
Diantaranya, mengembangkan UMKM ketahanan pangan produk unggulan daerah dan potensi ekspor, mendorong digitalisasi sistem pembayaran di daerah melalui implementasi Quick Respon Indonesia Standar (QRIS), bagi merchant di daerah dan elektronifikasi pembayaran dan penerimaan daerah.

“Disamping itu inflasi provinsi Jambi tahun 2021 diperkirakan berada di dalam rentan sasaran inflasi nasional didorong oleh stabilnya inflasi kelompok bahan makanan serta terjaga dan daya beli pasca pandemi Covid-19,” terang Suti.

Harga komoditas bahan makanan, kata Suti, diperkirakan cukup terjaga seiring tercukupinya kebutuhan pangan masyarakat dan kondusifnya kondisi cuaca. Sehingga turut mendukung produksi hasil pertanian.

“Namun demikian terdapat risiko yang patut dicermati terkait dengan potensi kenaikan harga tarif transportasi normalisasi, tarif dasar listrik, harga pupuk perubahan pola cuaca, kebijakan perdagangan dan subsidi yang diberikan oleh pemerintah,” pintanya.
Oleh karena itu, pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah melalui tim pengendalian inflasi daerah (TPID), dan tim satgas pangan untuk menjaga kecukupan pasokan. “Serta menghimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak,” tandasnya.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments