Minggu, 26 September 2021

Hanya Pencitraan atau Memang untuk Rakyat?

Minggu, 17 Januari 2021 | 12:14:45 WIB


/

 Oleh: Hikmi Rahmiati *)

SAAT Pemerintah berjuang keras melakukan percepatan penangan dan pencegahan Covid-19, anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ribka Tjiptaning membuat pernyataan kontroversial dan bisa disebut "melawan arus".

Menyimak pernyataan Ribka Tjiptaning dalam rapat kerja Komisi IX pada Selasa 12 Januari 2021 lalu, membuat penulis tertarik untuk mengulas apa sebenarnya yang terjadi dengan perempuan yang pernah berprofesi sebagai dokter tersebut.

Ada dua hal yang muncul di benak penulis setelah pernyataan perempuan yang memiliki nama lengkap Ribka Tjiptaning Ploretariyati itu, yakni hanya pencitraan atau memang untuk rakyat? Perempuan kelahiran Rabu 1 Juli 1959 itu menjadi orang pertama yang menolak divaksin Covid-19 di Indonesia.

Meski penulis tidak berani membenarkan sikap dan pernyataan Kontroversial itu, namun apakah pernyataan Ribka Tjiptaning salah? Tentu tidak, malah kritikan dari Legeslatif untuk Eksekutif dalam negara demokrasi hal yang dianggap biasa untuk kebaikan rakyat dan negara.

Kembali dengan maksud penulis terlebih dahulu soal "pencitraan". Penulis melihat di balik keberanian Ribka mengkritik Pemerintah soal Vaksin Covid-19 seolah-olah ada unsur "pencitraan" untuk kepentingan tertentu. Untuk meningkatkan Elektabilitas partai misalnya, ataupun agar terlihat merakyat di depan mata rakyat. Kemungkinan-kemungkinan itu menurut penulis sangat bisa terjadi, apalagi didukung oleh ruang dan kesempatan.

Atau memang untuk rakyat? Ribka tegas menolak bahkan rela menjual mobil untuk bayar denda sebagai bentuk penolakan terhadap Vaksin Covid-19. Sekali lagi menurut penulis "ada udang dibalik batu", arena sangat tidak mungkin Ribka berani melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah saat ini.

Seperti aama-sama kita ketahui, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang terpilih untuk periode 2019-2024 pada Pilpres 2019 lalu, diusung oleh PDIP, Partai yang mengantarkan Ribka duduk sebagai perwakilan rakyat di DPR RI.

Lalu, apakah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melakukan pembiaran terhadap pernyataan Ribka untuk menjegal usaha Presiden Joko Widodo mengentaskan Covid-19? Jika tidak ada komuniaksi terlebih dahulu, menurut penulis sangat mustahil Ribka senekat itu.

Di ujung tulisan penulis ingin mengatakan bahwa penulis tidak membenarkan ataupun menyalahkan maksud dari pernyataan Ribka Tjiptaning. Namun, dari artikel diatas semoga bisa mewakili dan memahami maksud dan tujuan penulis.


*) Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam


Penulis: Hikmi Rahmiati
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments