Sabtu, 17 April 2021

Minta Diangkat Jadi Karyawan Tetap, Warga Tamiai Datangi Kantor PLTA Batang Merangin


Rabu, 20 Januari 2021 | 12:08:15 WIB


Warga Tamiai datangi Kantor PLTA Batang Merangin
Warga Tamiai datangi Kantor PLTA Batang Merangin / istimewa

KERINCI - Kantor PLTA Batang Merangin beberapa hari lalu didemo oleh anak jantan dan anak betino Desa Tamiai, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci.

Setidaknya ada tiga tuntutan yang diajukan, salah satunya meminta pihak PLTA mengangkat warga setempat menjadi karyawan tetap bukan outsourcing.

Warga juga mempempertanyakan pembebasan lahan 400 hektare lebih, apakah statusnya HGU, setrifikat, hibah, atau bentuk pembebasan lainnya. Selain itu, warga juga mempertanyakan kompensasi dari PLTA untuk desa setempat, yang hingga saat ini tidak jelas.

“Pembebasan lahan apa HGU, sertifikat, tolong perjelas. Jangan yang bagak (berani, red) saja yang diakomodir. Yang lemah terabaikan,” ujar Mukri Soni, salah seorang warga saat dikonfirmasi, Rabu (20/1/2021).

Terkait tuntutan tersebut, Soni mengatakan manajemen PLTA yang ada di Kerinci akan mempertemukan wara dengan Direksi Kerinci Merangin Hidro melalui teleconference. "Pertemuan akan dilakukan hari ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Soni mengatakan jika pertemuan hari ini gagal, maka pihaknya akan mengerahkan massa lebih besar lagi untuk memblokir seluruh aktivitas pembangunan PLTA.

Sementara itu, Kapolsek Batang Merangin, Iptu Iswanto saat dikonfirmasi membenarkan beberapa hari yang lalu sejumlah anak jantan dan betino Tamia mengelar aksi di kantor PLTA yang berada di Dusun Bedeng V.

Dikatakan Iswanto, warga mempertanyakan ralisasi perekrutan karyawan sebanyak 60% bagi masyarakat Tamiai sesuai dengan perjanjian awal tahun 2007, yang telah disepakati bersama antara pihak PT. Kerinci Merangin Hidro dengan Lembaga Adat Depati Muara Langkap Tamiai. Saat itu disepakati warga setempat akan diangkat sebagai karyawan tetap, bukan outsorsing.

Warga juga mempertanyakan status lahan dan penggunaan material dari terowongan proyek pembangunan PLTA Kerinci yg dikerjakan oleh PT. KMH. Kemudian warga juga menuntut konpensasi untuk anak jantan betino atas lahan yang telah dikuasai oleh pihak PT.KMH selaku pemborong pengerjaan proyek PLTA.

"Mereka juga menuntut komitmen bagi hasil proyek PLTA Kerincisebesar 30% untuk anak jantan dan anak betino Tamiai. serta menekankan kepada pihak PT.KMH untuk menghentikan praktek adu domba bagi anak jantan dan anak betino tamiai," kata Iswanto.

Sementara itu, Humas PLTA Kerinci Merangin Hidro, Israwan Nugroho saat dikonfirmasi mengatakan, selama ini pihaknya sudah memberikan perhatian khusus kepada masyarakat.

"Kami patuh terhadap perundang -undangan yang berlaku, kewajiban sudah kami penuhi dan jalankan. Jadi tidak usah capek-capek menuntut, masyarakat pasti akan mendapatkan kenikmatan secara umum. Namun kalau bersifat memenuhi kepentingan pribadi ya maaf, bukan ke kami mintanya," kata Israwan.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments