Jumat, 26 Februari 2021

Cabuli Anak di Bawah Umur, Satpam SPBU di Muaro Jambi Terancam Dikebiri


Selasa, 12 Januari 2021 | 13:24:17 WIB


Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Kaswandi saat merilis penangkapan satpam salah satu SPBU di Kabupaten Muaro Jambi, tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur
Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Kaswandi saat merilis penangkapan satpam salah satu SPBU di Kabupaten Muaro Jambi, tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur / Metrojambi.com

 JAMBI - Tim Opsnal Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi menangkap seorang pria berinisial AW (26), Minggu (10/1/2021).

Satpam salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Muaro Jambi tersebut ditangkap setelah dilaporkan mencabuli anak tetangganya yang masih berusia 6 tahun.

Sebelum melancarkan aksinya, tersangka terlebih dahulu mengajak korban jalan dengan iming-iming akan memberikan kado ulang tahun. Namun di tengah jalan, korban dibawa ke semak-semak.

Korban sempat berupaya melawan. Namun karena kalah tenaga, korban akhirmya hanya bisa pasrah dicabuli oleh tersangka.

Kejadian ini terungkap setelah korban mengadu kepada orang tuanya. Tidak terima dengan perbuatan tersangka, orang tua korban lantas melapor ke Polda Jambi.
 
Setelah menerima laporan, Tim Opsnal Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jambi bergerak cepat mengejar tersangka. Kurang dari 24 jam setelah kejadian tersangka berhasil ditangkap di kediamannya di Kelurahan Kasang Kumpeh, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.

"Kita langsung telusuri dan ketahui keberadaan pelaku, sehingga secepat mungkin kita tangkap," ujar Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Kaswandi Irwan kepada wartawan, Selasa (12/1/2021).

Kaswandi menyebutkan, sejumlah barang bukti turut diamankan seperti baju pelaku saat melakukan aksinya dan baju korban serta akta kelahiran korban. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan olah TKP kejadian.

Dikatakannya lagi, dalam kasus ini tersangka dijerat dengan pasal 81 juncto pasal 82 juncto pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang persetubuhan dan atau pencabulan anak dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

Tersangka juga terancam dikebiri, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak.

"Akan kita pelajari terlebih dahulu. Jika bisa kita terapkan," ujar Kaswandi.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments