Senin, 8 Maret 2021

Bansos Ihsan Misterius, PDIP Batanghari, Kades dan Karang Taruna Tutupi Informasi


Kamis, 21 Januari 2021 | 13:36:14 WIB


Ihsan Yunus
Ihsan Yunus / istimewa

JAMBI - Penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial yang melibatkan anggota DPR RI Ihsan Yunus di Provinsi Jambi masih menjadi tanda tanya. Para pengurus cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mengawal penyaluran bantuan tersebut di Kabupaten Batanghari mengaku tidak tahu dari mana paket-paket sembako itu berasal.

Ketua DPC PDIP Batanghari Ir. Ibrahim ketika dihubungi Metro Jambi, Rabu (20/1/2021), sempat mengaku tidak tahu-menahu soal penyerahan bansos itu. Namun, saat diberitahu bahwa wajahnya muncul di video penyerahan bantuan pada 8 November 2020 di Desa Penerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Ibrahim tidak bisa mengelak.

Video rekaman penyerahan bantuan tersebut ditayangkan di media sosial Ihsan Yunus pada 9 November 2020. Selama kampanye politik menjelang pemilihan legislatif 2019, akun bernama Ihsan Yunus itu merupakan corong bagi politisi PDIP itu untuk merebut kursi Senayan untuk kedua kalinya.

Ibrahim mengaku, sebelum penyerahan bansos dia mendapat pemberitahuan. Makanya dia pun hadir langsung di acara yang digelar bekerja sama dengan pengurus Karang Taruna desa setempat. Akan tetapi, dari mana asal paket bantuan dan siapa penerima manfaat bansos saat itu pun, dia mengaku tidak tahu.

“Itu langsung diserahkan ke sasaran. Kita hanya mengetahui dan sifatnya pemberitahuan. Kala itu saya hadir, tetapi soal data penerima saya tidak tahu sama sekali," ujarnya.

Kepala Desa Penerokan Sugiono Dewantoro yang dihubungi secara terpisah mengaku pernah mendapat informasi soal pemberian bansos di desanya. “Tetapi saya tidak tahu siapa yang menyerahkan dan berapa penerimanya. Saya juga tidak hadir karena kami tidak dilibatkan," ujarnya.

Selain Penerokan, di antara desa yang pernah menerima bansos dari pemerintah pusat di Batanghari adalah Desa Rambutan Masam, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Desa Sungai Puar, Kecamatan Mersam dan Desa Peninjauan di Maro Sebo Ulu.

Senada dengan Kades Penerokan, Sekretaris Desa Rambutan Masam Daus juga mengaku mengetahui danya penyaluran bansos dari Kemensos. “Saya tahu, waktu itu saya sedang lewat di lokasi penyerahan. Ada spanduknya, dan ada tulisan bansos. Namun saya juga tidak tahu dari mana. Biasanya bansos diberikan oleh Dinsos,” katanya.

Disinggung apakah dia mengetahui jumlah penerima manfaat di desanya, Daus menjawab, "Tidak tahu sama sekali".

Di laman facebook-nya, Ihsan mem-posting kegiatan penyerahan bansos di Desa Panerokan bekerja sama dengan Karang Taruna Bakti Luhur. Karena dalam suasana pandemi Covid-19, Ihsan tidak membagikan langsung, tapi menyaksikan secara virtual.

“Ini merupakan program pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat di tengah dampak pandemi Covid-19,” tulis Ihsan dengan hastag #ihsanyunus #dprri #pimpinankomisiviii #pdiperjuangan dan #jambi.

Video berdurasi 1 menit 25 detik itu memperlihatkan perjalanan paket bantuan menuju lokasi dengan menggunakan ambulance bergambar Ihsan Yunus plus lambang PDIP. Terlihat pula salah seorang penerima bantuan berterima kasih kepada Ihsan Yunus. Video tersebut mendapat 48 like, 7 komentar dan 349 kali tayang.

Ihsan menjadi sorotan media setelah rumah keluarganya di Jalan Hankam Raya, Cipayung, Jakarta, digeledah Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terkait pengembangan kasus korupsi dana bansos. Dalam kasus ini, mantan Mensos Juliari Peter Batubara yang menjadi tersangka diduga menerima fee sebesar Rp 17 miliar.

Ihsan diduga ikut menjadi penyuplai sembako bansos dengan memakai sejumlah perusahaan milik negara, PT Andalan Pesik Internasional, PT Bumi Pangan Digdaya, PT Mandala Harmoni, dan PT Pertani. Dia diduga menjalankan usaha itu melalui adiknya, Muhammad Rakyan Ikram Yunus, dan koleganya bernama Yogas.

Koran Tempo mengungkap, Ihsan mendapat proyek untuk pengadaan 4,6 juta paket dengan nilai Rp 1,3 triliun. Mencoba beberapa kali, Metro Jambi tidak berhasil meminta konfirmasi Ihsan Yunus. Nomor telepon seluler yang biasa dipakai kini memblokir semua panggilan masuk.


Penulis: Chy
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments