Kamis, 25 Februari 2021

Wisata Bahari dan Halal Diusulkan Menjadi Identitas Jambi


Jumat, 12 April 2019 | 14:33:31 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Wisata bahari dan halal akan diusulkan menjadi identitas yang melekat di Jambi. Pasalnya wisata daerah yang dilintasi sungai Batanghari nantinya akan diproyeksi dalam wisata bahari terpadu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi Ujang Hariyadi mengatakan, proyeksi tersebut rencananya dilaksanakan pada tahun depan.

"Untuk tahun ini bukan hanya Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur saja yang menjadi konsen Pemerintah Provinsi, tapi lebih dari itu akan kita kembangkan di kabupaten yang dilalui Sungai," tuturnya, Kamis (11/4/2019).

Diakuinya jika selama ini daerah tersebut belum mendapat banyak perhatian. "Memang yang menjadi konsen selama ini wisata bahari laut saja, namun kita akan ubah stigma itu, dengan perlahan-lahan," katanya.

Terlepas dari itu, Ujang menyebut Pemerintahan juga serius dengan proyek wisata halal. "Nanti kita bisa ajukan di Seberang Kota Jambi yang terkenal dengan banyak sekolah agamanya, disana sangat memungkinkan jadi pilot project," sebutnya.

Sebelumnya, kata Ujang, sudah dilakukan pelatihan di Jambi sebagai bentuk mulai diberlakukan nya pariwisata ini. "Sabtu kemarin sudah dilakukan pelatihan pembiayaan melalui Kementerian Pariwisata," sebutnya.

Selanjutnya mengenai wacana pengembangan secara serius dalam wisata yang dimaksud, pihaknya akan segera melapor ke Gubernur. "Dalam waktu dekat, nanti kami minta saran masukan beliau," ujarnya.

Sedangkan untuk tahun ini sendiri pihaknya menyebut masih memfokuskan pada pariwisata yang termasuk calendar of event pariwista nasional. Seperti Festival Kerinci dan Festival Batanghari.

"Ditambah lagi dengan Provinsi Jambi tahun ini akan mengikuti Tour de Singkarak (TdS) untuk pertama kalinya. Yang jelas tahun ini ketiga ajang tersebut bisa angkat nama Jambi, terlebih TdS yang tahun lalu diikuti oleh 22 negara, harapannya tahun ini kita banyak belajar," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments