Selasa, 15 Juni 2021

Siswa Bosan Sekolah Online

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Sekolah Tatap Muka Kembali Ditunda

Senin, 18 Januari 2021 | 13:51:49 WIB


ilustrasi belajar daring
ilustrasi belajar daring / istimewa

JAMBI - Diam-diam banyak orang tua siswa yang kecewa mendengar kabar pembatalan sekolah tatap muka yang sedianya dimulai pada Senin (18/1/2021). Padahal, dari survei yang dilakukan sejumlah sekolah, lebih dari 90 persen orang tua/wali memberikan izin anak-anak mereka kembali masuk sekolah.

"Kami selaku orang tua sudah membuat surat pernyataan memberi izin anak-anak kembali sekolah tatap muka karena sekolah berjanji menerapkan protokol kesehatan yang ketat, eh, malah ditunda lagi," ujar Dayat, salah satu orang tua siswa SD Islam Terpadu Nurul Ilmi di Kota Jambi, Minggu (17/1/2021).

Orang tua siswa lainnya, Lilis, mengatakan bahwa selama di rumah aktivitas anak-anak berkurang sehingga berpengaruh terhadap capaian pendidikan. Apalagi, anaknya yang sekolah di SMAN Titian Teras H Abdurrahman Sayuti itu biasanya cukup padat dengan kegiatan fisik, seperti olahraga dan Pramuka.

"Selama sekolah di rumah, anak-anak jadi malas dan mudah bosan," ujar wanita yang putrinya duduk di Kelas XI itu. Dia meyakini, pembelajaran jarak jauh berpengaruh terhadap psikologi anak didik. Karena itu, dia menyarankan pemerintah tetap membuka peluang sekolah tatap muka dengan memperketat protokol kesehatan terkait Covid-19.

Terpisah, Tri, orang tua siswa di Batanghari, mengatakan bahwa pembelajaran secara online selama ini cukup menyulitkan anak dan dirinya. "Jika anak tidak tahu, misalnya, mau nanya langsung ke gurunya tidak seefektif tatap muka. Nanyo dengan kita, kita juga banyak tidak tahu," ujarnya.

Karena itu, dia sangat menginginkan anaknya yang duduk di bangku SMP segera belajar tatap muka di sekolah, tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. "Belajar online ini payah," tukasnya.

Anaknya pun sudah sangat gembira begitu mengetahui mulai masuk sekolah pada 18 Januari 2021. Itu karena selama sekolah online, anaknya banyak berkurung di dalam rumah, sehingga memicu kebosanan. "Tapi hari ini dapat info dari gurunya bahwa besok masih sekolah daring," kata Tri.

Kepala SMP-SMA Al Falah Kota Jambi Syihabudin menyatakan sangat siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. "Sekolah siap, siap mematuhi protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, sudah ada di setiap kelas," ujarnya.
Hampir seluruh orang tua siswa atau wali murid, lanjut dia, juga menyetujui pembelajaran tatap muka.

Di antara orang tua siswa yang masih menolak tatap muka adalah Naimah. Dia setuju anaknya, Aqila Jauzah Marahari, yang bersekolah di SMAN 5 Kota Jambi, tetap belajar secara daring karena khawatir dengan perkembangan Covid-19.

Menurutnya, karena Covid-19 belum mereda di Provinsi Jambi, maka dia takut tertular. " Anak kan beda dengan kita orang dewasa. Mereka tidak peka terhadap penyakit. Asal ketemu kawan mereka sudah senang, lupa dengan protokol kesehatan ", ujar warga Mayang ini.

Penundaan sekolah tatap muka dilakukan di tengah masih tingginya angka penderita Covid-19. Merujuk data resmi pemerintah, total kasus Covid-19 di Provinsi Jambi per 16 Januari 2021 mencapai 3.894, dengan jumlah sembuh sebanyak 2.882 orang dan meninggal dunia 66 orang.

Seperti daerah lainnya, vaksinasi juga sudah dimulai di Provinsi Jambi, namun kekhawatiran akan bertambahnya penularan penyakit yang menjadi pandemi global ini juga meningkat. Sebanyak 31.000 dosis vaksin pencegah Covid-19 sudah tiba di Jambi dan mulai didistribusikan ke kabupaten/kota.

Kepala Bidang Bina SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Misrinadi yang dihubungi Minggu (17/1/2021) mengatakan, pembatalan sekolah tatap muka dilaksanakan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Diakuinya, pada rakor 5 Januari 2021 telah disepakati bahwa pembelajaran tatap muka akan dimulai Senin, 18 Januari 2021.

Namun setelah dilaksanakan rapat evaluasi internal Dinas Pendidikan, maka pelaksanaan pembelajaran tatap muka belum bisa diberlakukan. Salah satu penyebabnya adalah belum adanya verifikasi langsung terhadap kesiapan sekolah menerapkan protokol kesehatan.

Karena itu, lanjut Misrinadi, selama 18-22 Januari 2021, Dinas Pendidikan akan menurunkan tim verifikasi ke kabupaten/kota. "Tim akan turun untuk melakukan verifikasi faktual di kabupaten/kota guna memastikan kesiapan sekolah untuk tatap muka. Tim yang turun itu dari pengawas dan bidang," ujarnya.

Dengan demikian, para siswa tetap akan bersekolah dari rumah dengan sistem " tatap layar" dalam jaringan (daring) alias online. Sekolah diminta tidak mengambil keputusan sendiri sebelum adanya izin dari Gubernur Jambi.

Di tengah tingginya kasus Covid-19, permintaan untuk sekolah tatap muka terus bermunculan. Menurut Misriadi, sekitar 80 persen SMA dan SMK di Provinsi Jambi sudah menyatakan siap melakukan pembelajaran tatap muka.

Sedangkan 20 persen lainnya belum melaporkan kesiapan. " Kalau sudah diverifikasi baru nanti ajukan ke Gubernur," terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Mulyadi memastikan bahwa Walikota Syarif Fasha belum memberikan izin pelaksanaan sekolah tatap muka. "Dengan begitu kegiatan pembelajaran PAUD, TK, SD dan SMP di Kota Jambi masih secara daring dan tidak boleh mengambil kebijakan sendiri," ujar Mulyadi.

Namun, khusus untuk pelajaran praktek bagi siswa SMK tetap diizinkan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Pemerintah juga mengimbau sekolah yang guru atau siswa terpapar covid-19 untuk berkoordinasi dengan pihak kesehatan setempat dan gugus tugas kabupaten/kota.


Penulis: Rina/Nita
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments