Jumat, 5 Maret 2021

Kemenhub Tarik Kembali Bantuan Bus Sekolah untuk Tanjabtim


Senin, 25 Januari 2021 | 11:07:40 WIB


Bantuan 1 unit bus sekolah yang dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur  melalui Dinas Perhubungan (Dishub) ditarik kembali oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Bantuan 1 unit bus sekolah yang dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) ditarik kembali oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). / Nanang/Metrojambi.com

MUARASABAK - Bantuan satu unit bus sekolah yang dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) ditarik kembali oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Hal itu membuat Pemerintah Daerah kebingungan. Pasalnya, bantuan bus yang diperuntukkan untuk angkutan sekolah di kawasan perkotaan tersebut baru saja serah terima oleh perwakilan pihak Kemenhub dan expedisi pada tanggal 7 Desember 2020 lalu.

Namun pada hari Selasa 19 Januari 2021, bus itu ditarik kembali. Terkait hal ini Dishub Tanjabtim sudah mempertanyakannya ke Kemenhub.

Pekaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjabtim, Hadi Firdaus mengatakan, pihaknya tidak mengetahui pasti alasan Kemenhub menarik kembali bantuan bus tersebut. Hadi mengatakan pihaknya juga mempertanyakan hal tersebut dengan langsung melayangkan surat ke Kemenhub.

"Setelah kita terima bus itu, tidak beberapa lama datang pihak expedisi dan membawa surat penarikan. Dengan alasan bus tersebut sudah dialokasikan untuk Ponpes di Desa Simbur Naik, Kabupaten Tanjabtim yang akan diserahkan secara langsung," kata Hadi, Senin (25/1).

Pada prinsipnya, kata Hadi, pihaknya tetap berterima kasih kepada pihak Kemenhub, karena sekolah itu berada di wilayah Tanjabtim. Namun ia berharap bantuan yang sama kembali diberikan mengingat jumlah sekolah di Tanjabtim cukup banyak dan berbeda-beda kondisi wilayahnya.

"Penyaluran bantuan itu alangkah baiknya berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk dihibahkan. Selanjutnya baru menentukan untuk dioperasionalkan atau dimanfaatkan ke mana," jelasnya.

Hadi menceritakan, bantuan itu berawal dari tahun 2015 saat Dinas Perhubungan Tanjabtim mendapatkan bantuan dua bus operasional untuk angkutan sekolah. Namun sesuai aturan angkutan sekolah, untuk membuka sebuah trayek harus memiliki lima kendaraan. Karena jumlah kendaraan masih kurang, akhirnya diusulkan untuk penambahan bantuan bus lagi.

"Saat mobil bantuan ini datang, kita kira itu bus bantuan dari usulan, ternyata bukan. Dan pihak yang mengantar hanya bilang ada bantuan untuk bus sekolah," kata Hadi.

"Intinya kita mencoba mempertanyakan penarikan bus tersebut, karena dalam surat tidak dijelaskan apakah salah kirim, hanya saja untuk alokasi lain," tambahnya.

Saat ini bus tersebut sudah dibawa oleh pihak Kemenhub melalui jasa ekspedisi. Hanya saja, apakah sudah diserahkan ke pihak pesantren atau dibawa ke Jambi, Dishub Tanjabtim tidak mengetahui.

Untuk diketahui, selain Kabupaten Tanjabtim ada dua kabupaten lain yang ikut mendapatkan bantuan tersebut, yakni Tanjabbar dan Bungo. Namun untuk bus bantuan Tanjabbar lebih dahulu dilakukan penarikan oleh pihak Kemenhub.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments