Minggu, 19 September 2021

Penanaman Modal Asing di Tanjabbar Didominasi Malaysia dan Singapura

Rabu, 27 Januari 2021 | 11:10:28 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

KUALA TUNGKAL - Penanaman Modal Asing (PMA) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) di dominasi oleh Malaysia dan Singapura, serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tanjabbar, Yan Ery mengatakan, perusahaan asal Malaysia dan Singapura yang menanamkan modalnya di Tanjabbar banyak bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.

Yan Ery menyebutkan, perkebunan tersebut tersebar di wilayah Betara, Kuala Betara, Tungkal Ulu, Tebing Tinggi, Batang Asam, dan Merlung.

"Malaysia dan Singapura yang besar investasinya. Kalau PMDN itu pada bidang perkebunan juga. Untuk lokasi kebanyakan di bagian ulu," kata Yan Ery, Rabu (27/1/2021).

Dikatakannya lagi, saat ini terdapat delapan perusahaan asal Malaysia dan Singapura yang beroperasi di Tanjabbar. Yan Ery menyebutkan jika perusahaan-perusahaan tersebut telah merekrut banyak karyawan yang merupakan warga Tanjabar.

Sementara itu, untuk PMDN di 2020 terdapat peningkatan yang cukup banyak. Sedikitnya terdapat 33 perusahaan yang tersebar di Tanjabar "Jumlah PMDN ada 33, mengalami peningkatan setiap tahunnya," ujar Yan Ery.

Lebih lanjut, Yan Ery mengatakan pada tahun 2017 di Kabupaten Tanjabbar terdapat 14 PMDN dan lima PMA. Kemudian pada 2018 terdapat 20 PMDN dan 8 PMA.

Sementara itu di tahun 2019, untuk PMDN mengalami peningkatan menjadi 30 dan PMA masih 8. Kemudian pada 2020 triwulan ketiga, PMDN sebanyak 33 dan PMA 8.

Untuk tahun 2021 ini, Yan Ery mengatakan pihaknya berharap masih ada investor yang mau menanamkan modalnya di Kabupaten Tanjabbar.

Yan Eri menyebutkan, tahun 2019 lalu Kabupaten Tanjabbar masuk pada kategori investasi terbaik kedua di Provinsi Jambi. Namun dalam suasana pandemi ini, Kabupaten Tanjabbar berada pada urutan ketiga.

"Tentu kita berharap banyak investor yang menanamkan modalnya ke kita. Karena secara potensi banyak yang bisa di gali, seperti kelapa dalam, kemudian pinang dan kopi juga ini potensi," tutupnya.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments