Sabtu, 25 September 2021

Apakah Shalat Mesti Dilaksanakan Secara Berjamaah? Ini Jawaban Ustadz Somad

Jumat, 29 Januari 2021 | 11:37:05 WIB


Ustadz Abdul Somad, Lc., MA.
Ustadz Abdul Somad, Lc., MA. / istimewa

JAMBI - Shalat menurut bahasa adalah doa atau doa untuk kebaikan. Sedangkan untuk menurut istilah syariat Islam adalah ucapan dan perbuatan khusus, diawali dengan takbir dan ditutup dengan salam.

Mengenai apakah  sholat (wajib) harus dilaksanakan secara berjamaah? Ustadz Somad menjawab dalam bukunya yang berjudul “77 Tanya Jawab Sholat”, Pertanyaan yang kelima. 

Apakah Shalat Mesti Dilaksanakan Secara Berjamaah? 

" Ya, berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah ". Allah Subhanahu Wa Ta a’la berfirman:

" Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka ". (Qs. An-Nisa’ 4: 102).

Allah  tetap  memerintahkan  shalat  berjamaah  ketika  saat  berperang  jihad  fi  sabilillah,  jika  ketika berperang  tidak  menggugurkan  shalat  berjamaah  maka  tentunya  pada  saat  aman  lebih  utama.  Andai  shalat berjamaah itu bukan suatu tuntutan, pastilah diberikan keringanan saat kondisi genting.

Rasulullah  Shallallahu alaihi wa sallam  mendidik  para  shahabat  untuk  shalat  berjamaah  secara  bertahap,  diawali dengan memberikan motivasi:



Dari  Abdullah  bin  Umar,  sesungguhnya  Rasulullah  Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:  " Shalat  berjamaah  lebih  utama daripada shalat sendiri 27 tingkatan”. (HR. Al-Bukhari)

Kemudian dilanjutkan dengan inspeksi, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits:

Dari Ubai bin Ka’ab, ia berkata: “Suatu hari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melaksanakan shalat Shubuh bersama kami. Rasulullah  Shallallahu alaihi wa sallam bertanya:  “Apakah  si  fulan  ikut  shalat  berjamaah?”.  Mereka  menjawab:  “Tidak”. Rasulullah  Shallallahu alaihi wa sallam bertanya:  “Apakah  si  fulan  ikut  shalat  berjamaah?”.  Mereka  menjawab:  “Tidak”. Rasulullah  Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:  “Sesungguhnya  dua  shalat  ini  lebih  berat  bagi  orang-orang  munafik.  Andai kamu  mengetahui  apa  yang  ada   dalam  dua  shalat  ini,  pastilah  kamu  menghadirinya  walaupun  kamu merangkak  dengan  lutut.  Sesungguhnya  shaf  pertama  seperti  shafnya  para  malaikat.  Andai  kamu mengetahui  keutamaannya,  maka  kamu  akan  segera  menghadirinya.  Sesungguhnya  shalat  satu  orang  bersama satu orang lebih baik daripada shalat sendirian. Shalat satu orang bersama dua orang lebih baik  daripada shalat satu orang bersama satu orang. Lebih banyak maka lebih dicintai Allah”. (HR. Abu Daud).

Selanjutkan  Rasulullah  Shallallahu alaihi wa sallam  memberikan  ancaman  bagi  mereka  yang  menyepelekan  shalat berjamaah:



Dari  Abu  Hurairah,  sesungguhnya  Rasulullah  Shallallahu alaihi wa sallam  kehilangan  beberapa  orang  pada  sebagian  shalat, maka  Rasulullah  Shallallahu alaihi wa sallam  bersabda:  “Aku  ingin  memerintahkan  seseorang  memimpin  shalat  berjamaah, kemudian  aku  menentang  orang-orang  yang  meninggalkan  shalat  berjamaah,  aku  perintahkan  agar rumah mereka dibakar dengan ikatan-ikatan kayu bakar. Andai salah seorang dari mereka mengetahui bahwa ia akan mendapati tulang yang gemuk (daging), pastilah ia akan menghadirinya”. Yang dimaksud  Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam adalah shalat Isya’. (HR. Muslim)

Dalam hadits lain disebutkan:



Dari Usamah bin Zaid, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Hendaklah mereka  berhenti meninggalkan shalat berjamaah atau aku akan membakar rumah mereka”. (HR. Ibnu Majah).


Penulis: (*)
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Buku 77 Tanya Jawab Sholat Karya H. Abdul Somad, Lc., MA.


comments