Senin, 19 April 2021

Kematian Akibat Covid-19 di Provinsi Jambi Terus Bertambah


Senin, 01 Februari 2021 | 14:11:14 WIB


Prosesi pemakaman pasien meninggal Covid-19
Prosesi pemakaman pasien meninggal Covid-19 / istimewa/facebook humas kota jambi

JAMBI - Angka kematian akibat serangan virus Corona alias Covid-19 terus bertambah. Per akhir Januari 2021, jumlah yang meninggal di Provinsi Jambi mencapai 72 orang. Yang terbaru adalah dua kakak-beradik pejabat dan anggota DPRD Tanjung Jabung Barat.

H Syaifuddin Marzuki, akrab disapa Haji Udin (53), anggota DPRD Tanjab Barat, meninggal dunia Minggu (31/1/2021) pagi. Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Tanjab Barat Taharrudin yang dihubungi Metro Jambi membenarkan bahwa Haji Udin meninggal dengan status positif Covid-19.

Kakak Haji Udin, Hartati (55), meninggal dunia sehari sebelumnya, Sabtu (30/12021) pada pukul 17.30 WIB. Kepala Bidang Pelayanan RSUD Daud Arif Kualatungkal itu juga dinyatakan meninggal dunia karena Covid-19.

Hartati meninggal dunia saat dalam perawatan di rumah sakit tempatnya mengabdi selama ini. “Dari hasil uji swab, almarhumah positif Covid-19," ujar Dirut RSUD Daud Arif Elfry Syahril.

Sedangkan Haji Udin meninggal dunia di RS Bhayangkara Jambi. Taharrudin menjelaskan, politisi senior dari Partai Bulan Bintang (PBB) itu diketahui memiliki sakit bawaan. “Ada diabetes dan gangguan jantung,” ujarnya.

Kadis Kesehatan Tanjab Barat Andi Pada memastikan akan men-track anggota keluarga Haji Udin dan Hartati untuk melacak kemungkinan penyebaran Covid-19. “Besok Senin akan kita lakukan (tracking, red)," kata Andi Pada.

Sebelumnya, petugas sudah melakukan tracking di jajaran RSUD dan DPRD, yakni begitu mengetahui Haji Udin positif Covid-19. “Memang belum semua. Besok akan kita koordinasikan lagi,” tutup Andi Pada.

Pelaksana Tugas Ketua DPRD Tanjabbar Ahmad Jahfar mengatakan, anggota DPRD lainnya yang sempat kontak dengan Haji Udin sudah melakukan isolasi mandiri. “Ada dua anggota Dewan, sudah isolasi mandiri semua,” ujarnya.

Jahfar sendiri mengaku terakhir bertemu Haji Udin pada 11 Januari 2021. “Waktu itu beliau masih terlihat sehat. Beliau mulai sakit 16 Januari 2021,” tandasnya.

Menurut Taharuddin, awalnya Haji Udin jatuh sakit dan menjalani rapid test. Hasilnya positif. Hartati yang merupakan tenaga medis, langsung membawa sang adik ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi untuk swab test dan mendapatkan perawatan.
Setelah mengurus sang adik, Hartati pulang ke Tanjabbar.

Sehari setelah itu, Hartati merasa tidak enak badan dan meminta rapid test dan swab test. Hasilnya positif. Sabtu (30/1/2021) Hartati meninggal dunia dan dimakamkan pada malam harinya di pemakaman khusus penderita Covid-19, dekat Mako Brimob, Betara.

Dengan bertambahnya dua kasus dalam dua hari di pengujung Januari ini, maka total kasus kematian karena Covid di Tanjab Barat tercatat lima kasus.

Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah mengakui tak hentinya pertambahan penderita Covid-19 yang meninggal dunia. Per 27 Januari 2021, jumlah yang meninggal dunia mencapai 69 orang. Ditambah kasus terbaru dalam dua hari ini, maka totalnya 72 orang.

Kasus terbanyak tercatat di Merangin, yakni 15 orang dan Kota Jambi 13 orang, disusul Tebo 11 orang dan Batanghari 10 orang. Sedangkan Tanjab Timur dan Sarolangun, walau mengalami pertambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, sama sekali tidak mencatatkan angka kematian.

Angka kematian karena Covid-19 di Tanjab Barat tergolong “sedikit”, yakni enam orang, tetapi kabupaten yang dikenal sebagai gerbang Jambi dari Batam dan Singapura ini termasuk ke dalam zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi, tren pasien Covid-19 meninggal dunia mulai naik pada September 2020, yakni sebanyak 6 orang lalu naik dua kali lipat menjadi 12 orang pada Oktober. Pada November dan Desember 2020, angka kematian terus menanjak masing-masing 14 dan 18 orang.

Memasuki awal 2021, angka kematian mulai turun menjadi 16, namun masyarakat
dikejutkan oleh kematian pasien kakak-beradik di Tanjab Barat. Satgas merekomendasikan Tanjab Barat memperketat protokol kesehatan, melakukan desinfeksi berkala dan membatasi jumlah pekerja di berbagai instansi.


Penulis: eko/rna/mrj
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments