Sabtu, 12 Juni 2021

Gelombang Tinggi, Nelayan di Tanjabtim Enggan Melaut

Jumat, 05 Februari 2021 | 14:26:15 WIB


Nelayan enggan melaut
Nelayan enggan melaut / Nanang/Metrojambi.com

MUARA SABAK - Tingginya gelombang laut yang terjadi di awal bulan Februari membuat sebagian nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) enggan melaut. Padahal pada kondisi seperti ini penghasilan nelayan cukup melimpah.

Udin, salah seorang nelayan di Lambur Luar, Tanjabtim mengatakan, saat ini nelayan rajungan atau nelayan kecil lebih memilih mencari penghasilan di darat daripada melaut. Namun bagi nelayan yang memiliki kapal serta alat tangkap memadai, tetap melakukan aktivitas seperti biasanya.

"Jika turun melaut hasilnya cukup lumayan. Tapi nyawa jadi taruhan karena ombak tinggi, " ujar Udin, Jumat (5/2/2021).

Gelombang tinggi juga membuat sebagian nelayan di Kuala Jambi memilih untuk tidak melaut. Mereka memilih beralih profesi untuk sementara waktu, salah satunya berkebun.

"Beruntung kami memiliki kebun, jadi musim seperti ini waktu kami gunakan untuk mengurus kebun, " ujar Bakri, salah seorang nelayan di Kuala Jambi.

Sejumlah nelayan yang memiliki alat tangkap kecil beralih menjadi nelayan sungai. "Ada juga sebagian menjadi nelayan sungai. Yang terpenting bisa melangsungkan perekonomian keluarga, " sebut Bakri.

Terkait kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjabtim juga telah mengeluarkan edaran kepada seluruh Camat untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar berhati-hati saat melakukan aktivitas, khususnya di perairan.

"Jauh-jauh hari sudah kita berikan edaran agar dapat diperhatikan bagi para nelayan dan pengguna transportasi air, " ujar Indra S Gunawan, Kabid kedarudatan dan Logistik BPBD Tanjabtim.


Penulis: Nanang
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments