Senin, 12 April 2021

PetroChina Lakukan Panen Raya Hasil Pengolahan TPA dan Pemanfaatan Hasil Pupuk Organik


Selasa, 09 Februari 2021 | 15:14:32 WIB


PetroChina lakukan panen raya hasil pengolahan TPA dan Pemanfaatan Hasil Pupuk Organik
PetroChina lakukan panen raya hasil pengolahan TPA dan Pemanfaatan Hasil Pupuk Organik / Eko Siswono/Metrojambi.com

KUALA TUNGKAL - SKK Migas Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama PT PetroChina Jabung Ltd melakukan panen raya dalam rangka mengoptimalisasikan Pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan pemanfaatan hasil pupuk organik di Desa Lubuk Terentang, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Selasa (9/2/2021).

Kepala Departemen Humas SKK Migas Sumbagsel, Andi Arie P mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Dinas Lingkungan Hidup, Mitra Aksi dan Petrochina, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Mengoptimalkan semua potensi yang ada, terutama dalam hal ini perkebunan dengan mengoptimalkan potensi sampah dengan menjadikannya pupuk organik cair untuk perkebunan," kata Andi Arie.

Dikatakannya lagi, masyarakat yang merupakan penggerak perekonomian Indonesia, khususnya Tanjabbar, ke depan dapat manfaat atas binaan yang dilakukan SKK Migas melalui PetroChina.

"Masyarakat sebagai penggerak perekonomian nanti jika kami (red, SKK Migas) telah tuntas menjalankan tugas di wilayah Tanjabbar," ujarnya.

Dia berharap apa yang dilakukan kali ini melalui kerjasama kemitraan bersama masyarakat kedepanya bisa memberikan manfaat lebih bagi masyarakat itu sendiri.

"Masyarakat bisa menikmati apa yang sudah kami berikan untuk masyarakat yang baik," ujarnya.

Ditambahkannya, TPA yang tidak jauh dari lokasi tersebut saat ini telah memberikan manfaat bagi pertanian melalui pupuk cair hasil pengolahan sampah.

"Tempat pembuangan akhir saat ini mungkin ini langkah awal nanti bisa kita di ikut sertakan."tandasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Tanjabbar, Suparjo mengatakan, rencana pertanian terpadu tersebut di inisiasi oleh DLH dan SKK Migas dengan pengolah lahan limbah cair.

"Memanfaatkan limbah cair yang digunakan untuk pemupukan lahan pertanian," ujarnya.

Parjo menyebutkan, dengan rancangan pertanian organik tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Dia menyebutkan di hari ini hasil kerja keras semua pihak baik itu PetroChina yang bermitra dengan Mitra Aksi.

"Di sini tidak banyak yang kita laksanakan namun ini diharapkan dapat memberikan manfaat," ucapnya.

Dikatakannya lagi, tanaman yang ditanam saat ini masih sedikit dan bervariasi tetapi hal ini masih dalam uji coba. "Memang ragam karena masih uji coba, dan kalau ini berhasil nantinya akan kita tingkatkan lebih lagi," ujarnya.

Parjo berharap agar pupuk organik cair dari pengolahan sampah yang ada di TPA tersebut dapat dikembangkan lebih maksimal lagi. "Sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar."tandasnya.

Sementara itu, Bupati Tanjabbar Safrial mengatakan dengan adanya lahan pertanian organik tersebut diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. "Melatih jiwa wirausaha petani petani kita,"katanya.

Safrial menegaskan berkat kerja keras semua pihak baik PetroChina, SKK Migas dan DLH yang akhirnya bisa mendapatkan hasil seperti hari ini. "Alhamdulillah hari ini kita bisa memanennya," ujarnya.

Bupati juga meminta kepada DLH untuk juga melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk melakukan riset terkait dengan penggunaan pupuk organik cair agar lebih berkualitas pupuk nya dan menghasilkan pertanian berkualitas.

"Kita minta pak Parjo bisa koordinasi dengan perguruan tinggi ke depanya," kata Safrial.

Terkait pemasar hasil pertanian nantinya BumDes sekitar bisa juga menjadi sarana pemasaran selain dinas terkait. "Kita sudah MoU dengan Pemkot Batam jadi hasil pertanian kita bisa langsung masuk Batam," tandasnya.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments