Sabtu, 25 September 2021

Tadabbur Pembelajaran

Senin, 18 Januari 2021 | 15:29:27 WIB


Amri Ikhsan
Amri Ikhsan / istimewa

Oleh: Amri Ikhsan *)

TADABBUR adalah perenungan yang menyeluruh untuk mengetahui maksud dan makna dari suatu ungkapan secara mendalam, mencermati, berfikir dengan melihat akhirnya. Secara bahasa, tadabur berarti melihat dan memperhatikan kesudahan segala urusan dan bagaimana akhirnya, memikirkan secara mendalam kesudahan sesuatu urusan dan akibat-akibat yang ditimbulkannya. (Al-Alusi).

Tadabbur bisa diaplikasikan dalam dunia pendidikan, khususnya untuk proses pembelajaran. Maka muncullah tadabbur pembelajaran yang bisa didefinisikan sebagai penggunaan ketajaman mata hati lewat proses perenungan mendalam secara berulang-ulang tentang makna pembelajaran, siswa mampu menangkap pesan-pesan pembelajaran dan mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan pemerintah.

Tadabbur pembelajaran dapat diartikan memahami pembelajaran tidak sebatas pada baris-baris teks yang ada dalam kurikulum, tapi menemukan apa yang ada di balik dan di seberang teks (behind dan beyond the texts). Dengan tadabbur, akan ditemukan hakikat makna teks, intisari, hikmah, pelajaran, dan nasihat untuk diterapkan dalam pembelajaran.

Tadabbur adalah hal yang penting untuk diketahui dan diterapkan oleh guru. Tadabur pembelajaran dapat membuka kalbu yang terkunci, hal-hal yang mengikis semangat guru dalam menjalankan tugas, karena kalbu adalah alat paling utama untuk melaksanakan pembelajaran yang sebenarnya.

Dengan tadabbur pembelajaran, guru akan menjadi lebih berhati-hati dan lebih ilmiah dalam berbuat sesuatu. Tadabbur bisa diterapkan pada banyak hal, merencanakan, melaksanakan dan menilai pembelajaran. Dengan mentadabburi pembelajaran, diharapkan guru kita akan menjadi lebih paham akan makna pembelajaran. Hal ini dikarenakan tidak mungkin seseorang melakukan tadabbur apabila tidak memahami apa yang dilaksanakan.

Diantara manfaat tadabbur dalam pembelajaran adalah: 1) menambah keyakinan guru dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara; 2) memperbaiki keadaan jiwa guru agar tenang, istiqomah, percaya diri dan mau belajar; 3) memikirkan keadaan siswa, mencari metode agar siswa semangat mengikuti pembelajaran,; 4) menambah ilmu; 5) pembelajaran membuat guru bahagia, sekolah bangga dan orang tua senang; 6) kepercayaan guru semakin kokoh, dan 7) menambah kedewasaan cara berfikir guru.

Tadabbur pembelajaran mempunyai banyak sekali fungsi : pertama, memahami pembelajaran dengan benar. Guru akan mencari tahu dan memahami segala hal berhubungan dengan pembelajaran. Guru akan belajar mencari tahu tentang makna-makna yang ada di dalam pembelajaran, dan kemudian diterapkan dalam kelas.

Kedua, menuntun guru untuk selalu berbuat yang terbaik dan introspeksi diri. Ketika tadabbur pembelajaran berhasil, maka guru melakukan pembelajaran dengan hati yang ikhlas, tenang, dan damai. Tadabbur akan mengarahkan guru menjadi lebih introspektif terhadap hasil pembelajaran.

Ketiga, membuat guru lebih berhati-Hati, lebih serius dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran, agar tidak membawa dirinya kepada hal-hal yang merugikan para siswa.

Keempat, menjauhkan diri guru dari hal yang berpotensi bisa mengurangi nilai pembelajaran: tidak merencanakan pembelajaran dengan maksimal, mengajar ala kadarnya, menilai tapi menghukum, tidak disiplin, tidak kreatif, dll.

Kelima, menuntun guru pasca pembelajaran untuk melakukan refleksi: melakukan remedial dan pengayaan dan melakukan PTK, mengembangkan diri dengan menulis hal-hal yang bisa membantu guru lain dalam pembelajaran, aktif mengikuti pelatihan, seminar baik tatap muka maupun daring.

Bila tadabbur pembelajaran berhasil, maka akan timbul perasaan cinta. Bila hati guru sudah mencintai pembelajaran, maka guru itu akan mengerahkan segenap kekuatan untuk menyukseskan pembelajaran, dia selalu merasa rindu untuk ketemu siswanya, selalu belajar mencari strategi yang paling mumpuni untuk mendidik siswa. Kalau hati sudah cinta, semua hal akan nyaman dilakukan.

Sebaliknya, bila cinta pembelajaran belum tumbuh di hati, maka semuanya terasa tidak nyaman, terbebani, hati mengalami kesulitan berkonsentrasi dalam pembelajaran. Proses pembelajaran yang dilakukan terasa berat, menguras tenaga, terasa lama, menyiksa lahir dan batin, semua serba salah.

Oleh karena itu, perlu diinisiasi langkah-langkah tadabbur pembelajaran yang diawali dengan pendalaman dan perenungan kompetensi profesional dan pedagogik yang diwujudkan melalui: a) berniat hanya karena Allah, bukan untuk menggugurkan kewajiban, pujian atau hanya sekedar memenuhi tuntutan kurikulum, dsb. b) tanamkan dalam diri bahwa tujuan pembelajaran adalah demi masa depan siswa; c) mendidik itu menginteraksikan isi kurikulum kepada siswa secara maksimal, bukan hanya dibuktikan dengan perangkat pembelajaran, d) semaksimal mungkin berkonsentrasi penuh melaksanakan pembelajaran.

Agar tadabbur pembelajaran itu sistematis dalam merekonstruksi pemikiran dan perilaku kehidupan siswa, maka hendaklah dimulai dari masalah-masalah motivasi, semangat, dorongan untuk menjadi manusia berkarakter. Ini bisa dilakukan dengan memperbaiki pola komunikasi dengan memperbanyak kesempatan bagi siswa untuk berpikir HOTS.

Salah satu cara guru mengajak siswa berpikir HOTS dengan menyampaikan sebuah hal yang wajib untuk dilakukan siswannya adalah dengan memberi pertanyaan berisi pengingkaran: “Kenapa kalian tidak mengerjakan PR?” Berarti PR itu diperintahkan untuk dikerjakan. Apakah kalian tidak suka belajar? Padahal belajar itu penting.

Hanya dengan menadaburi pembelajaran, merenungkan maknanya, guru akan mendapatkan berkah dan kebaikan sepanjang kehidupan. Dia akan diingat oleh siswanya, dia akan didoakan oleh siswanya. Itulah berkah yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat.

Kalau ditelisik secara seksama, keberhasilan tadabbur pembelajaran bisa ditandai dengan: 1) bersatunya hati dan pikiran guru ketika melaksanakan pembelajaran; 2) malu kalau tidak dapat menjalankan tugas dengan benar; 3) bertambahnya semangat dalam bertugas, bukan karena kepala sekolah atau presensi online atau karena mau naik pangkat; 4) bertambahnya kepercayaan diri, semakin lama mengajar, semakin semangat, bukan sebaliknya; 5) berpenampilan senang dan bahagia; 6) gemetar kalau siswanya tidak memahami pembelajaran yang diberikan guru; 7) bersyukur dan sujud kepada Allah swt yang sudah memberi kekuatan untuk melaksanakan pembelajaran. (diolah dari berbagai sumber)

Harus diingat bahwa basis tadabbur pembelajaran adalah cinta pada profesi, senang dan bangga menjadi guru, melaksanakan tugas tanpa bosan, rindu mengajar, bertemu siswa, banyak berdiskusi tentang pembelajaran, percaya penuh dengan kolega, dan kembali belajar apabila terjadi perubahan aturan dan berprinsip apapun yang dikerjakan harus regulation- based.

Sekali kali jangan pernah guru memiliki sifat ujub, memandang dirinya sebagai orang yang sempurna. Itulah kesimpulan akhir dari tadabbur pembelajaran. Semoga!

*) Penulis adalah Pendidik di Madrasah


Penulis: Amri Ikhsan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments