Sabtu, 27 Februari 2021

Petani di Tanjabtim Alih Profesi Jadi Pembudidaya Walet


Senin, 22 Februari 2021 | 09:22:32 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi /

 MUARA SABAK - Sebagian warga Pandan Jaya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mulai marak menggeluti usaha budidaya sarang walet. Bahkan hampir 20 persen sudah beralih menjadi pembudidaya walet.

Lurah Pandan Jaya, Iduward Aidi mengatakan, sejak dulu masyarakat Pandan Jaya sebagian besar bekerja sebagai petani. Namun sejak beberapa tahun terakhir berbagai usaha bermunculan, termasuk usaha budidaya sarang walet.

Saat ini, kata Aidi, hampir 10 hingga 20 persen warga sudah menekuni usaha budidaya tersebut. "Meski mereka juga tetap bercocok tanam, saat harga jual atau hasil panen kurang berhasil hasil walet mereka dapat diandalkan sebagai penopang," ujarnya.

Ditambahkan Aidi, saat ini per bulannya para pembudidaya bisa mendapatkan uang hingga Rp 10 juta per kilogram. "Nampaknya untuk saat ini usaha walet cukup menjanjikan, selain itu Pemda juga mendapatkan retribusi pajak dari usaha tersebut," sebutnya.

Diakuinya, dengan adanya usaha walet ini perekonomian warga Pandan Jaya ini sangat terbantu dan dapat dijadikan penghasilan tambahan yang menjanjikan.

Dikatakan salah satu pembudidaya sarang walet di Desa Pandan Jaya Kecamatan Geragai Mustakim, mengatakan di masa pandemi saat ini untuk penghasilan dari budidaya sarang burung walet tidak bisa disamakan.

"Masing masing pembudidaya tidak memiliki penghasilan yang sama, berbeda beda rezeki. Meski secara keseluruhan cenderung mengalami anjlok," jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini harga jual sarang walet sendiri perkilonya dihargai Rp 8-9 juta, dimana jumlah tersebut terbilang jauh mengalami penurunan jika dibandingkan pada saat sebelum masa pandemi.

"Kalo sebelum pandemi minimalnya itu perkilo bisa Rp 18 jutaan, kalo sekarang menyentuh angka Rp 9 juta saja sudah bagus," jelasnya.

Menurutnya, jayanya pembudidaya walet tersebut berada pada tahun 2010 dan sekitarnya dimana harga sarang walet per kilonya bisa Rp 27 juta.

Meski dengan kondisi seperti saat ini tidak dipungkiri usaha walet ini termasuk usaha yang sangat menjanjikan. Meski untuk hasil tidak dapat dipastikan karena setiap gedung (rumah walet) memiliki hasil yang berbeda beda.

"Tetapi kalau di rata sebulan itu bisa terkumpul Satu kilo sarang walet," pungkasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments