Selasa, 13 April 2021

Patgulipat Beasiswa SMA, BPK Temukan Rp 2,5 M Potensi Kerugian Negara


Senin, 22 Februari 2021 | 10:02:08 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

JAMBI - Sementara kasus dugaan korupsi dana beasiswa 2014 masih mengambang, kasus serupa berulang. Kali ini terjadi pada beasiswa pendidikan SMA dan SMK dengan nilai kontrak Rp 6,89 miliar yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Banyak pihak berupaya menutupinya.

Dari laporan audit BPK yang salinannya didapat Metro Jambi terungkap bahwa kegiatan berbiaya jumbo tersebut bermasalah sedari awal. Pertama, pejabat pembuat komitmen (PPK) di Dinas Pendidikan tidak menetapkan harga perkiraan sendiri (HPS).

“Rincian biaya beasiswa hanya dibuat sesuai nilai dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan, yaitu beasiswa diberikan Rp 2,5 juta per siswa,” tulis auditor BPK dalam laporan auditnya pada 2019.

Diketahui, beasiswa tidak disalurkan dalam bentuk uang tunai, tetapi pembiayaan tes Bahasa Inggris (TOEFL/Tes of English as  Foreign Language) bagi siswa SMA dan sertifikasi kompetensi bagi siswa SMK. Beasiswa TOEFL dianggarkan untuk 2.600 siswa, sedangkan sertifikasi kompetensi hanya 160 siswa.


Penulis: mrj/rna/ria
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments