Minggu, 18 April 2021

Patgulipat Beasiswa SMA, BPK Temukan Rp 2,5 M Potensi Kerugian Negara


Senin, 22 Februari 2021 | 10:02:08 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

Selain masalah penunjukan langsung, BPK juga menemukan potensi kerugian negara sebesar Rp 2,6 miliar. Angka terbesar ditemukan pada pelaksanaan TOEFL SMA setelah BPK menelusuri aliran dana ke Lembaga TOEFL Indonesia (LTI) sebagai mitra CV SNG.

Diketahui, dari anggaran 2,5 juta per siswa, PT LTI hanya menerima Rp 930 ribu dari CV SNG. Angka ini sudah termasuk biaya pre-test guru dan siswa, materi belajar, pelatihan guru serta pelaksanaan tes itu sendiri. “Pembayaran dilakukan oleh CV SNG melalui transfer secara bertahap,” tulis BPK.

 Tak berhenti pada indikasi mark up biaya TOEFL, ada pula keharusan CV SNG membayar pajak tetapi dibebankan ke Dinas Pendidikan sebesar Rp 135 juta atau 2 persen dari nilai kontrak.


Penulis: mrj/rna/ria
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments