Sabtu, 17 April 2021

Kerinci Deadlock, Tebo Menunggu


Selasa, 16 Februari 2021 | 11:51:02 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

KERINCI – Rembug tim formatur untuk menentukan calon Ketua DPD PAN Kerinci menemui jalan buntu. Lima formatur gagal membuat kesepakatan. Alhasil, Musda DPD PAN Kerinci selanjutnya diserahkan ke DPW PAN Provinsi Jambi.

Selain deadlock, munculnya nama Monadi memantik pertanyaan di internal PAN. Sebab, Monadi dianggap orang luar yang tidak seharusnya ikut merebut jabatan ketua. Di internal PAN dikenal kelaziman mendahulukan ketua petahana dan kader yang duduk di legislatif.

Sebelumnya DPP PAN menunjuk lima nama sebelum masuknya Monadi. Kelima nama formatur di tahap awal Mukhsin Zakaria, Yuldi Herman, Dosi Arafiq, Asril Syam, dan Fadli Sudria.

Sedangkan Monadi, putra mantan Bupati Kerinci Murasman, diketahui sebelumnya merupakan kader Partai NasDem dan disebut-sebut pernah menjajal kemungkinan masuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Fadli Sudria, salah satu anggota formatur Musda PAN Kerinci mengakui belum adanya kesepakatan untuk menunjuk ketua. "Kita serahkan ke DPW. Dalam waktu dekat DPW akan memanggil enam formatur itu," ujar anggota DPRD Provinsi Jambi ini di ruang kerjanya, Senin (15/2/2021).

Ketua DPD PAN Kerinci Yuldi Herman mengungkapkan, ada kemungkinan formatur akan diciutkan kembali menjadi lima orang. “Lima orang ini yang nantinya akan berembuk lagi,” katanya.

Pimpinan DPRD Kerinci dari Fraksi PAN ini juga mengaku telah menyerahkan Musda DPD Kerinci ke DPW. “Paling lambat dua minggu ke depan sudah terpilih siapa yang akan menjadi Ketua DPD PAN Kerinci beserta pengurusnya," jelasnya.

Disinggung adanya formatur di luar kader PAN, Yuldi menyebutkan boleh saja sebagai representasi tokoh masyarakat.

Ditanya apakah dirinya akan kembali merebut kursi ketua dan maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang, Yuldi mengaku sudah dua periode menjadi ketua PAN. "Saya juga belum terpikirkan untuk maju di Pilkada Kerinci," pungkasnya.

Anggota formatur lainnya, Dosi Arafik, yang juga merupakan anggota DPRD Kerinci, mengaku siap memimpin dan membesarkan PAN Kerinci.

“Visi kita, tetap setia menjadi partai yang solid dan kuat yang dilandasi dengan loyalitas yang tinggi. Sedangkan, misinya adalah membuat langkah-langkah perubahan dan perbaikan internal dengan kinerja nyata," kata Dosi.

Secara terpisah, Monadi mengaku tidak ingin berbicara lebih jauh soal perebutan kursi ketua PAN Kerinci. Dia hanya menyatakan siap membesarkan PAN. "Yang jelas sekarang kita masih menunggu petunjuk DPW," singkatnya.

 

Ketua DPW PAN Provinsi Jambi H Bakri mengaku belum menerima penyerahan dari tim formatur PAN Kerinci. “Belum. Kalau rapat (Musda) mereka harus menghadirkan dari DPW,” ujarnya.

Disinggung soal munculnya nama Monadi di formatur, anggota DPR RI tiga periode ini menyatakan yang bersangkutan sudah menjadi kader PAN. “Yang jelas ada nama Monadi, dan sudah menjadi kader. Sudah lama,” katanya.

Bakri menegaskan, DPP dan DPW memberikan waktu kepada formatur untuk berembuk menentukan ketua dalam waktu dua minggu. “Dua minggu itu untuk menyusun kepengurusan lengkap. Jadi ketua itu kolektif dan kolegial jadi berembuk lah,” tukasnya.

Bakri meyakinkan bahwa Musda Kerinci belum selesai. DPW, katanya, akan memanggil formatur. “Belum selesai, dalam minggu ini akan dipanggil ke DPW,” tutupnya.

Seperti Kerinci, DPD PAN Tebo juga belum memunculkan figur ketua dan pengurusnya. Ketua DPD PAN Tebo H Syamsuri AL mengaku siap meneruskan komitmen membesarkan partai yang ia pimpin selama ini.

Namun, Syamsuri masih harus menghadapi calon eksternal, yakni mantan Wakil Bupati Tebo Hamdi dan mantan calon Wakil Bupati Tebo Sri Sapto Edi. Sepak terjang kedua tokoh ini diakui berbagai kalangan.


Penulis: pia/ria/mok
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments