Minggu, 18 April 2021

Inspektorat Janji Panggil Disdik, Terkait Temuan BPK atas Indikasi Penyelewengan Beasiswa Rp 6,8 M


Selasa, 23 Februari 2021 | 11:13:58 WIB


Kegiatan penyaluran beasiswa SMA dan SMK tahun 2018
Kegiatan penyaluran beasiswa SMA dan SMK tahun 2018 / istimewa


Beasiswa tidak disalurkan dalam bentuk uang tunai, tetapi pembiayaan tes Bahasa Inggris (TOEFL/Tes of English as  Foreign Language) bagi siswa SMA dan sertifikasi kompetensi bagi siswa SMK. Beasiswa TOEFL dianggarkan untuk 2.600 siswa, sedangkan sertifikasi kompetensi hanya 160 siswa.

Patgulipat dalam kasus ini juga terlihat nyata dengan penunjukan langsung CV Syah Nusantara Group (SNG) sebagai pelaksana kegiatan.

Dalam peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) No 8 Tahun 2018, kegiatan swakelola beasiswa hanya bisa dilaksanakan oleh kementerian/lembaga/perangkat daerah yang tugas dan fungsinya sesuai dengan pekerjaan tersebut, atau perguruan tinggi, atau badan layanan umum (BLU).

Sedangkan CV SNG adalah lembaga penyedia jasa, tidak berwenang melaksanakan TOEFL atau mensertifikasi kompetensi siswa SMK. Informasi yang didapat, penunjukan langsung ini dilakukan karena kedekatan salah satu pejabat di Dinas Pendidikan dengan CV SNG.

BPK juga menemukan potensi kerugian negara sebesar Rp 2,6 miliar. Angka terbesar ditemukan pada pelaksanaan TOEFL SMA setelah BPK menelusuri aliran dana ke Lembaga TOEFL Indonesia (LTI) sebagai mitra CV SNG.

Diketahui, dari anggaran 2,5 juta per siswa, PT LTI hanya menerima Rp 930 ribu dari CV SNG. Tak berhenti pada indikasi mark up biaya TOEFL, ada pula keharusan CV SNG membayar pajak tetapi dibebankan ke Dinas Pendidikan sebesar Rp 135 juta atau 2 persen dari nilai kontrak.

Sampai kemarin Ilham enggan memberikan klarifikasi. Dia hanya memberikan nomor A Mukti, mantan pejabat Dinas Pendidikan yang dulu menjabat PPK kegiatan ini. Sebelumnya Ilham mengaku telah mengembalikan uang sekitar Rp 500 juta ke kas daerah.

Namun Mukti yang dihubungi berkali-kali juga tidak menjawab panggilan telepon Metro Jambi. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Bukri mengaku tidak begitu mengetahui temuan tersebut.


Penulis: mrj/rna/ria
Editor: Ikbal/mr



comments