Minggu, 20 Juni 2021

Terkejut Terima Penetapan NIP

Rabu, 24 Februari 2021 | 10:29:54 WIB


Mantan Kepala BKPSDM Sahril Hayadi
Mantan Kepala BKPSDM Sahril Hayadi / istimewa

Kepala Dinas Pemerintahan Desa ini menjelaskan, saat itu pihaknya menindaklanjuti dengan membentuk tim verifikasi.

Selain dari BKD, tim verifikasi berasal dari DPRD, kejaksaan, Polres, Bagian Hukum, Inspektorat dan LSM. “Tugas kita waktu itu melakukan verifikasi terhadap syarat honorer K2 yang lulus CPNS. Kita datangi dimana honorer yang lulus CPNS tersebut bertugas. Kita temui ada orang yang tidak dikenal di sana, tetapi lulus tes," jelas Sahril.

Dari hasil verifikasi, lanjutnya, ditemukan sekitar 40 honorer yang tidak memenuhi syarat. Tim meminta mereka melengkapi syarat tersebut. “Dari 40 orang honorer K2 tersebut, ada 21 orang lagi yang tidak bisa melengkapi syarat. Tim memutuskan mereka tidak memenuhi syarat (TMS). Yang menyatakan TMS adalah tim, bukan saya," ungkapnya.

Karena TMS, kata dia, BKPSDM tidak mengajukan pengusulan NIP ke BKN. “Untuk pengajuan NIP ada surat pertanggungjawaban mutlak yang ditandatangani Bupati. Karena yang 21 orang ini TMS, saya tidak berani mengusulkan NIP ke BKN," terangnya.

Diwawancara terpisah, Edi Afrizal, salah satu honorer yang lulus tes CPNS itu, mengatakan bahwa dirinya tidak termasuk yang TMS karena sudah melengkapi berkas. Bahkan, dia datang menghadap langsung ke Sahril Hayadi bersama Camat Kayuaro masa itu, Syaiful Amri.

Saat itu, untuk memperkuat berkasnya, Edi membuat surat pernyataan mutlak di hadapan Sahril dan ditandatangani oleh Syaiful Amri di hadapan dua orang saksi. Kedua saksi itu adalah Suhardi, Sekcam Kayuaro, dan Pardismi, salah satu Kasi di Kantor Camat Kayuaro.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal/mrj



comments