Selasa, 26 Oktober 2021

27 Ribu Masyarakat Miskin di Sarolangun Sudah Terima Bansos

Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39:55 WIB


Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sarolangun, Juddin
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sarolangun, Juddin / istimewa

SAROLANGUN - Lebih kurang 27 ribu masyarakat yang tergolong miskin di Kabupaten Sarolangun sudah menerima bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sarolangun, Juddin mengatakan, berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial RI, saat ini tercatat 27 ribu masyarakat yang tergolong miskin.

"Dari aplikasi CNG yang di DTKS itu kan lebih kurang 27 ribu, dan sekarang kita melakukan validasi terhadap masyarakat kita," ujar Juddin, Rabu (24/2/2021).

Menurut Juddin, pemerintah sudah melakukan beragam program dalam memberikan bantuan terhadap masyarakat miskin terutama yang ada di Kabupaten Sarolangun itu.

"Terkait dengan masyarakat kita mendapatkan bantuan BST, Bansos Sembako dan termasuk program PKH yang itu semua adalah orang yang terdata di PTKS data kesenjangan sosial yang ada di Kementerian Sosial dan ada di Pos Dapil ini," bebernya.

Lebih lanjut Juddin mengatakan, mengenai Bansos Sembako yang diterima langsung oleh masyarakat di Sarolangun, saat ini berjumlah lebih kurang 16,142 orang penerima.

"Kalau yang bansos program PKH itu ada penambahan dari 8,450 KPM sekarang sudah masuk 9 ribu sekian," jelasnya.

Untuk masyarakat penerima Bansos Sembako, nantinya juga akan bisa mendapatkan Bansos Program Keluarga Harapan (PKH). "Karena yang Bansos program PKH ini merupakan kategori orang yang miskin. Bila dia dapat Bansos Sembako maka dia dapat Bansos PKH," katanya lagi.

Untuk saat ini, dikatakan Juddin bahwa pihaknya tengah menjalankan Bantuan Sosial Tunai (BTS) yang mana itu merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap dampak Covid-19.

"Itu bantuan dampak Covid yang diberi kepada masyarakat kita yang ada di Sarolangun, kemarin yang sudah menerima itu lebih kurang 8000 KK mendapat bantuan itu. Dan itulah yang kita akomulasi yang dapat bantuan dari pusat," terangnya.

Sementara itu, untuk daerah di Sarolangun yang banyak menerima bantuan terdapat di Kecamatan Singkut, Mandiangin, Cermin Nan Gedang dan Air Hitam.

"Kita akan melakukan pendataan ulang, melakukan validasi data terkait masalah itu. Jadi akan dilakukan pendataan diseluruh Kecamatan atau Desa untuk mengetahui lagi masyarakat kita yang terdampak dari kemiskinan itu," sebutnya.

Kata dia, masyarakat penerima Bansos tersebut haruslah terdata di DTKS yang dilaksanakan melalui operator yang ada di setiap Desa atau Kecamatan setempat.

 

"Kriteria kalau dilihat dari Kementerian itu ada tingkatan, seperti Desil 1, Desil 2, Desil 3 dan ada Desil 4 (masyarakat miskin, red)," ungkapnya.

"Ketika masuk ke Desil 1 itu memang orang yang sangat miskin dengan penghasilan 250 ribu sebulan, dan itu yang mengkajinya nanti ada dari Pusdatim Kementerian yang menyeleksi kan itu," lanjutnya.

Menurut dia, dalam proses pendataan antara masyarakat tergolong miskin dan sangat miskin itu nantinya akan ditetapkan oleh pihak Kementerian.

"Jadi kita hanya menyampaikan kondisi nanti dia yang menyeleksi dan melihat data itu dari aset yang kita input. Apakah masuk ke Desil 1, 2, 3 atau 4, dan kalau 4 dia akan sudah harus keluar dari penerima Bantuan," bebernya.

Untuk mengurangi angka kemiskinan meningkat di daerahnya, pihaknya tengah menjalankan program pemerintah pusat seperti program kelompok keluarga bersama.

"Kita ada program pusat seperti Kube, kelompok keluarga bersama dan itulah upaya untuk meningkatkan mereka itu lebih sejahtera, begitu juga PKH," pungkasnya.


Penulis: Mario
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments