Jumat, 23 Juli 2021

Walikota Fasha Sudah Divaksin Covid-19

Selasa, 23 Februari 2021 | 16:51:08 WIB


Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha menjadi orang pertama khusus penyintas (survivor) Covid-19 yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Kota Jambi.
Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha menjadi orang pertama khusus penyintas (survivor) Covid-19 yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Kota Jambi. / istimewa

JAMBI- Wali Kota Jambi Syarif Fasha ternyata sudah divaksin covid-19. Fasha disuntik vaksin di rumah dinasnya pada 17 Februari lalu.

Sebelumnya, sebagai mantan pasien positif Covid-19, Ia termasuk kategori yang tidak diperbolehkan mendapatkan vaksin Sinovac.

Namun, belakangan Kementerian Kesehatan RI mengizinkan penyintas alias mantan pasien positif Covid-19 divaksin.

Ditanya wartawan perasaan dirinya usai divaksin, Fasha mengaku tidak merasakan gejala yang aneh-aneh. Selain rasa lapar.

Dia mengatakan berdasarkan aturan yang baru dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, bahwa penyintas covid sudah diperbolehkan mendapatkan vaksin, “Saya sudah melaksanakan vaksinasi yang pertama. Kemungkinan 10 hari ke depan nanti akan dilaksanakan vaksinasi kedua nantinya. Setelah divaksin tidak ada gejala apa-apa, memang bawaan Kita lapar aja. Bawaan lapar,” ujar Fasha.

Terkait rasa lapar yang dialaminya usai divaksin, Ia memaklumi. Menurutnya, kemungkinan saat vaksin bereaksi di dalam tubuh, membutuhkan protein yang lebih. Bahkan, usai divaksin tekanan darah alias tensi dirinya menunjukkan di angka normal.

“Saya maklumi lapar itu mungkin, begitu serum dimasukkan, vaksin dimasukkan, antibodi bereaksi, mungkin antibodi butuh protein atau sebagainya. Sehingga membuat kita lapar. Tapi Saya langsung makan, jadi tidak ada keluhan apa-apa. Tensi juga normal. Malah pada saat saya ditensi 130, setelah divaksin tensi saya turun jadi 115,” ujar Fasha.

Namun, sebagai penyintas tidak serta merta divaksin. Pasalnya, penyintas masih diperlukan tes nilai antibodi seorang penyintas.

“Penyintas juga ada batasan, setelah 3 bulan (dari sembuh) dan harus dilaksanakan tes dahulu. Sebelum divasin dites. Tes untuk mengetahui jumlah titer antibodi saya. Ternyata jumlah titer antibodi saya sudah nol, sama seperti masyarakat yang belum pernah kena covid. Jadi sudah dinyatakan nol, dan itu sudah diperbolehkan untuk divaksin. Tetapi kalau ternyata nilai titer kita adalah satu, maka masih banyak antibodi. Belum boleh divaksin,” pungkas Fasha. 


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments