Senin, 2 Agustus 2021

Kantong Semar Ramaikan Pameran Flora Fauna Metro Jambi

Senin, 15 Februari 2021 | 10:24:15 WIB


ilustrasi tanaman kantong semar
ilustrasi tanaman kantong semar / istimewa

JAMBI - Selain ikan hias dan tanaman yang sedang naik daun saat ini, tanaman liar yang biasa hidup di hutan juga ikut meramaikan pameran dan kontes Flora Fauna yang digelar Metro jambi yang bekerjasama dengan Jamtos.

Tanaman liar tersebut yakni kantong semar. Ya seperti diketahui, kantong semar biasa hidup bebas di hutan tanpa dipelihara sekalipun. Tanaman tersebut terdapat sulur pada ujung daun yang dapat membentuk kantong.

Tidak hanya ikan dan tanaman hias yang dijual dengan harga fantastis, harga jual kantong semar juga cukup fantastis yakni mencapai Rp 2,5.

Penjual kantong semar, Viko mengatakan, awalnya ia penjual tanaman jenis aglonema, namun karena banyak penjual tanaman yang sama, ia lantas beralih menjual kantong semar.

Viko menyebutkan, ia awalnya menjual kantong semar di rumah yang beralamat di Simpang Rimbo dan mengikuti car free day di kantor Gubernur tiap minggunya.
Dijelaskan Viko, kantong semar sendiri mempunyai banyak jenis. "Ada sekitar 58 jenis kantong semar di Indonesia, kalau yang saya jual ini hanya sekitar 7 jenis," ungkapnya.

Dirinya telah melakukan cek dan ricek di internet, bahwa kntong semar yang ia jual bukan jenis kantong semar langka dan dilindungi. "Kebanyakan yang langka itu, di hutan Kalimantan dan Papua," jelasnya.

Selain didapat di hutan, ia juga membudidayakan pembibitan kantong semar. Namun pembibitan kantong semar membutuhkan waktu yang lumayan lama.

"Kalau pembibitannya jangan ditunggu. Sebenarnya tidak susah, namun membutuhkan waktu yang lama," kata Viko.

Cara memelihara kantong semar sendiri kata Viko, tidak begitu sulit. Tanah harus lembab dan harus banyak air, bebas unsur hara, dan tidak bisa berada di tempat yang terlalu panas.

Dijelaskannya, ada jenis kantong semar yang ia sebut Red Queen yakni ratunya kantong semar, karena bagus berwarna merah dan selama ia mencari di hutan, kantong semar tersebut jarang dan susah ia dapatkan.

"Selama menjual kantong semar baru dapat dua red queen, yang kecil udah laku sekitar Rp 300 ribu, untuk yang besar saya jual 2,5 juta rupiah. Nama asali sebenarnya gak tau juga, sudah cek di internet juga gak ketemu. Jadi karena dia yang paling bagus dan beda sendiri dengan berwarna merah, makanya disebut ratu (red queen, red) aja," paparnya. 


Penulis: Nita
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments