Senin, 2 Agustus 2021

Udang Belalang Dominasi Ekspor Domestik Produk Perikanan Jambi

Selasa, 23 Februari 2021 | 17:16:34 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

JAMBI -  Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi menyebutkan udang belalang mendominasi ekspor domestik produk perikanan provinsi tersebut  dengan nilai mencapai Rp15,28 miliar.

“Udang belalang masih mendominasi ekspor produk perikanan di Jambi,” kata Kasi Pengawasan, Pengendalian, data dan Informasi (Wasdalin) BKIPM Jambi Paiman di Jambi, Selasa.

Udang belalang tersebut mendominasi ekspor domestik selama Januari 2021. Dimana pada bulan tersebut terdapat 314 kali pengiriman dengan jumlah udang sebanyak 218.400 ekor. Dimana Ekspor udang belalang tersebut berasal dari Kabupaten Tanjab Barat dan Tanjab Timur.

Selain udang belalang, terdapat sembilan komoditi perikanan lainnya yang mendominasi yakni ikan Cupang dengan nilai ekspor Rp1,34 miliar, kepiting bakau hidup Rp331,05 juta, ikan seluang Rp46,42 juta dan ikan guppy Rp38,78 juta. Selanjutnya Bawal beku dengan nilai ekspor Rp536,53 juta, udang agogo Rp338,56 juta, ikan talang Rp116 juta, udang UK Rp544,80 juta dan ikan pari laut Rp82,60 juta.

“Total nilai Ekspor komoditi perikanan Jambi selama Januari Rp22,29 miliar,” kata Paiman.

Secara keseluruhan terdapat 816 kali pengiriman produk perikanan melalui BKIPM Jambi yang mencapai 126,58 ton dan dengan jumlah 442.216 ekor komoditi perikanan.

Produk perikanan tersebut di kirim ke sepuluh UPT di Indonesia, diantaranya UPT Tanjung Balai Karimun, Stasiun KIPM Batam, Balai KIPM Surabaya I, Stasiun KIPM Bandung, Balai KIPM Medan I. Kemudian Balai besar KIPM Jakarta I, Satker Tembilahan, Balai KIPM Pontianak, Balai KIPM Semarang dan Stasiun KIPM Pangkal Pinang.

Sementara itu, untuk produk perikanan yang masuk ke Jambi melalui BKIPM Jambi selama Januari 2021 senilai Rp14,28 miliar. Sepuluh komoditi dominan yang di kirim ke daerah itu yakni ikan Koi senilai Rp89,52 juta, ikan mas koki Rp47,40 juta, ikan cupang Rp55,14 juta, ikan komet Rp41,06 juta dan ikan molly Rp14,54 juta.

Selanjutnya ikan layang senilai Rp7,86 miliar, ikan bilis Rp1,24 miliar, ikan tongkol Rp2,88 miliar, kan kembung Rp1,48 miliar dan ikan bandeng Rp400 juta.

“Sementara ekspor langsung untuk bulan Januari tidak ada, karena permintaan dari negara luar yang berkurang,” kata Paiman.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments