Senin, 19 April 2021

Butuh Uang untuk Biaya Nikah, Warga Kepri Nekat Jadi Kurir Sabu


Kamis, 28 November 2019 | 10:43:15 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

JAMBI – Anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnakoba) Polda Jambi kembali melakukan penangkapan narkotika jenis sabu dalam jumlah besar. Kali ini, anggota Ditresnarkoba Polda Jambi mengamankan sabu seberat 3 Kg dari pasangan W dan S, yang merupakan warga Pulau Burung, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).

W dan S merupakan pasangan suami istri yang baru menikah secara siri. Keduanya mengaku nekat menjadi kurir sabu demi mengumpulkan uang agar pernikahannya bisa dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA) alias menikah secara resmi.

Namun cita-cita keduanya duduk bersanding di pelaminan secara resmi itu kandas setelah aksinya digagalkan ditangkap pihak kepolisian belum lama ini. Keduanya ditangkap di Pos Patroli Jalan Raya (PJR) batas Jambi-Sumatera Selatan). Ketika itu, keduanya sedang dalam perjalanan ke Palembang dengan menumpang angkutan umum.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi Kombes Pol Eka Wahyudianta mengatakan, keduanya menyembunyikan barang haram itu dalam sebuah kardus. Setelah digeledah petugas, baru diketahui di dalam kardus itu ternyata berisi sabu-sabu dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

“Setelah diperikasa, keduanya mengaku menjadi kurir sabu untuk biaya pernikahan secara sah. Pasangan ini sebenarnya sudah menikah, namun secara siri. Mereka ingin mengikatkan janji dan menikah secara resmi, namun cara yang mereka tempuh salah. Karena nekat menyelundupkan sabu,” terang Eka, Kamis (28/11/2019).

Eka menyebutkan, sabu tersebut dikemas dalam tiga plastik dan dimasukan ke kardus. Saat ditangkap, keduanya menumpang bus Trans Mutiara Indah warna silver. "Keduanya duduk di kursi nomor 9 dan 10," ungkapnya.

Sebelum melakukan penangkapan, Eka mengatakan pihaknya mendapatkan informasi bahwa akan ada orang yang membawa sabu melintasi wilayah Jambi.

"Kita dapat informasi ada orang yang akan kirim sabu yang akan melintasi jalur Jambi Lintas Timur, Pelabuhan Dagang-Merlung (Tanjabbar)- Sengeti (Muaro Jambi)," ucapnya.

Saat ditangkap keduanya mengaku diupah sebesar Rp 10 juta. Uang tersebut nantinya akan digunakan dalam nikah resmi. "Dibayar segitu mereka berdua tapi baru dibayar 5 juta. Setelah sampai palembang baru dibayar penuh," sebutnya.

Menurut pengakuan para tersangka, lanjut Eka, sabu tersebut berasal dari WD alias MM. Dari pengakuan inilah, kata Kombes Pol Eka, pihaknya melakukan pengembangan dan berhasil mengungkap penyelundupan sabu jaringan internasional.

"Setelah WD kita dalami, alhasil kita berhasil mengungkap yang 8 Kg kemarin," ungkapnya.

Eka menegaskan, pihaknya mengembangkan hasil introgasi tersebut dan mengamankan dua kurir jaringan Malaysia yakni AB dan SC, kedua tersebut merupakan tersangka kurir sabu seberat  8,211 kg dan ekstasi sebanyak 50.218 butir

"Dan akhirnya kita berhasil ungkap keduanya ini karena hasil dari informasi mereka berdua," tandasnya.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments