Senin, 19 April 2021

Pasar Lelang Tetapkan Harga Jual Getah Karet Berdasarkan Kualitas


Jumat, 06 November 2020 | 11:25:51 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Pasar Lelang Karet di Kabupaten Batanghari menetapkan harga jual getah karet berdasarkan kualitas untuk menjaga Pasar Lelang Karet terus beroperasi.

“Harga getah karet di tetapkan berdasarkan kualitas, harga tertinggi di tetapkan untuk getah karet kualitas terbaik, sehingga petani juga akan menjaga kualitas getah karetnya,” kata Ketua Pasar Lelang Karet Desa Penerokan Kabupaten Batanghari, Bilal di Batanghari, Kamis.

Sebelum dilakukan transaksi jual beli antara petani dan pembeli di Pasar Lelang, dilakukan pemeriksaan terhadap getah karet milik petani. Bagian dalam getah karet di periksa untuk melihat apakah getah karet tersebut dicampur dengan tatalan getah atau murni getah karet sadapan.

Selanjutnya, di pisah antara getah karet kering dan getah karet basah, dimana harga jual getah karet yang sudah kering lebih tinggi jika dibandingkan dengan getah karet basah.

“Hal tersebut dilakukan agar harga jual getah karet dapat stabil dan alami kenaikan,” kata Bilal.

Sementara, jika petani menjual getah karet melalui pengepul, harga getah karet tersebut di kendalikan oleh pengepul. Harga jual getah karet kualitas terbaik dan yang biasa dihargai sama.

Saat ini, harga getah karet di tingkat petani sebesar Rp10 ribu per kilogram. Harga getah karet tersebut tergolong cukup tinggi. Sebab dalam dua, tiga tahun terakhir harga getah karet hanya berkisar Rp6.000 hingga Rp8.000 per kilogram.

Sementara itu, untuk menjaga perekonomian tetap stabil, Petani di daerah itu memiliki strategi menyimpan getah karet sadapan sebelum di jual. Petani baru akan menjual getah karet sadapan saat harga alami kenaikan.

“Kalau harga anjlok getah kita simpan dulu, saat harga naik baru kita jual, karena semakin kering getah harga jualnya semakin tinggi,” kata Hartono petani karet di daerah itu.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari ia melakukan pekerjaan sampingan, diantaranya mengambil upah memanen sawit atau upah menebas lahan.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments