Minggu, 11 April 2021

Taman Terpadu Rimbo Bujang akan Jadi Ikon Tebo


Rabu, 03 Maret 2021 | 12:13:41 WIB


Taman Terpadu Rimbo Bujang
Taman Terpadu Rimbo Bujang / istimewa

MUARATEBO - Memanfaatkan aset Pemerintah Kabupaten Tebo, pengusaha di Rimbo Bujang akan bangun Taman Terpadu di tanah milik Pemda.

Saat ini taman tersebut masih dalam tahap pengerjaan. Targetnya nanti taman itu akan menjadi ikon di Kabupaten Tebo.

Taman Terpadu Rimbo Bujang ini dikerjakan oleh pengembang dengan tidak menggunakan dana dari APBD maupun APBN.

Sebelumnya pihak pengembang, terlebih dahulu mengajukan penawaran sebagai pengembang aset berupa tanah yang akan dijadikan Taman Terpadu tersebut kepada Pemda Tebo hingga membuat MoU.

“Keputusan Bupati sudah ada, hanya ada satu pengembang yang bersedia menawarkan kerjasama untuk membangun Taman Terpadu Rimbo Bujang. Kebetulan saja pengembang ini juga masih keluarga Bupati,” sebut Anton, Kabid Aset Pemda Tebo, Rabu (3/03/2021).

Karena hanya ada satu pengembang yang berani mengajukan kerjasama, akhirnya Bupati Tebo menyetujui dan dibuatlah MoU antara Pemda Tebo dengan pihak pengembang.

Adapun isi MoU tersebut diantaranya, pihak pengembang membangun Taman Terpadu dan kios, dengan terlebih dahulu membayar royalti dalam bentuk sewa kepada Pemda Tebo.

Besaran jumlah yang harus dibayar pihak pengembang ditentukan lembaga independen dalam hal ini KPKNL Provinsi Jambi.

Pengembang membangun kios diatas tanah Pemda Tebo dan harus menyewa tanah tersebut kepada Pemda Tebo, dengan waktu tertentu. Waktu pemakaian dapat diperpanjang, selama pihak pengembang mau membayar sewa yang ditentukan saat perpanjangan berikutnya.

 “Siapa saja boleh menjadi pengembang dalam pemanfaatan tanah aset pemda, seperti pada Taman Terpadu, tidak masalah sepanjang sesuai prosedur. Tetapi semua kewajiban seperti bayar sewa dan prosedurnya sudah dilakukan semua, makanya tidak ada masalah,” ungkap Anton.

 Harga sewa kios sendiri, kata Anton itu kewenangan pengembang dan sesuai laporan pengembang yakni, antara pengembang dan penyewa atau yang akan menempati kios tersebut sudah sama-sama sepakat. "Harga sewa serta aturannya itu dibuat dengan surat pernyataan antara kedua belah pihak," katanya.


Penulis: Suci
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments