Senin, 19 April 2021

Polres Kerinci SP3 Kasus 5 PPK Kotabaru Sungai Penuh


Minggu, 24 Januari 2021 | 15:55:53 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi /

 JAMBI - Penyidikan kasus dugaan tindak pidana dengan sengaja merubah dan merusak, atau menghilangkan hasil perolehan suara pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu, yakni Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) Kotabaru, Kota Sungai Penuh, dihentilan oleh penyidik kepolisian.

Surat pemberitahuan penghentian penyidikan (SP3) kasus dengan tersangka lima anggota PPK Kecamatan Kotabaru, yakni Heri Gusman, Andri Kardiansyah, Rydo Adewijaya, Hengky Noverisar, dan Eka Gunawan, dikeluarkan pada 16 Januari 2021 lalu.

Dalam surat Nomor SPPP/82.a/1.24/2021 yang ditandatangani oleh Kapala Kepolisian Resort (Kapolres) Kerinci, AKBP Agung Wahyu Nugroho selaku penyidik, disebutkan penghentian penyidikan dengan alasan demi hukum dan/atau batas penyidikan tindak pidana telah habis.

Namun dari informasi yang didapat, SP3 dikeluarkan karena tersangka tidak bersikap kooperatif alias kabur, sementara masa penyidikan tindak pemilu hanya 14 hari. Sehingga kasus tersebut dihentikan demi hukum. Surat SP3 tersebut dengan tembusan Kapolda Jambi, Dirreskrimun Polda Jambi, Ketua PN Sungaipenuh serta pelapor. 

Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Kaswandi Irwan saat dikonfirmasi Metrojambi.com meminta agar hal ini dikonfirmasi langsung dengan Polres Kerinci.

"Coba komunikasi dengan Sungai Penuh (Polres Kerinci, red)," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (24/1/2021).


Penulis: Sahrial/Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments