Selasa, 13 April 2021

Toke Sawit Dirampok, Rp 465 Juta Dibawa Kabur


Kamis, 04 Maret 2021 | 09:56:20 WIB


/ Metrojambi.com

 JAMBI – Seorang perampok lintas provinsi asal Sumatera Selatan, Meidi Andrika (27), diringkus polisi setelah diburu terkait perampokan toke sawit asal Muarojambi pada akhir pekan lalu. Meidi diamankan dari kediamannya di Kayu Agung, Ogan Komering Ilir.

Informasinya, Meidi menjalankan aksi kriminal tidak sendirian, tetapi bersama seorang lainnya yang kini dalam pencarian. “Pelaku beraksi bersama rekannya berinisial ABS,” kata Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Meidi ditangkap di rumahnya di Lorong Ghubah RT 06 Kelurahan Juo Juo, Kayuagung. “Kita amankan di kediamannya pada Selasa (2/3), sekitar pukul 03.30 WIB. Ditemukan barang bukti uang tunai Rp 160 juta beserta barang bukti lainnya,” tambah Dover. Dari Kayuagung, Meidi langsung dibawa ke Jambi.

Polisi memburu Meidi setelah mendapat laporan perampokan terhadap toke sawit di Jalan Marsda Abdurrahman Saleh, Paal Merah, Jambi, pada pukul 15.30, Jumat (26/2) lalu. Korbannya adalah Rosdiana, pengusaha tandan buah segar (TBS) sawit asal Petaling, Kecamatan Sungaigelam, Muarojambi.

Siang itu, Rosdiana bersama suaminya baru menarik dana Rp 465 juta dari Bank BRI Jalan Jenderal Sudirman, Thehok. Menurut Kapolresta, sebelum beraksi Meidi dan rekannya mengintai korban sejak awal menarik uang di bank.

Rencananya, uang tersebut akan dipakai untuk pembayaran TBS sawit yang dibeli Rosdiana dari petani dan pengumpul TBS sawit mitranya.

“Satu pelaku sengaja masuk ke bank mencari target sasaran yang mengambil uang berjumlah banyak. Satu rekannya berjaga di motor, melihat situasi," jelas Dover. Usai transaksi, pelaku mengikuti korban sembari mencari kesempatan dan tempat yang aman untuk beraksi.

Diketahui, dalam perjalanan kembali ke Petaling, Rosdiana berhenti di Paal Merah untuk membeli buah. Saat itulah kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor berhenti dan salah satu menuju mobil untuk merebut dua tas berisi uang Rp 465 juta.

“Saat kejadian, suaminya sempat  berteriak dari dalam mobil,” ujar Dover. Namun, pelaku sudah kabur dan diketahui menuju arah batas Sumsel. Polisi segera melakukan perburuan dan baru berhasil membekuk pelaku beberapa hari kemudian.

Polisi berhasil mendeteksi pelaku dari rekaman kamera closed-circut television (CCTV) di Bank BRI dan keterangan saksi di lokasi kejadian. Informasi didapat, dari rekaman CCTV terlihat salah satu pelaku mondar-mandir di dalam bank, sementara rekannya menunggu di luar.

Diperoleh keterangan, uang hasil rampokan dibagi dua dan dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari hari. “Ada juga yang digunakan untuk menebus sertifikat tanah," jelas Dover.

Dalam pemeriksan lanjutan, polisi mendapati bahwa Meidi memiliki jangkauan aksi cukup jauh. Pada 2015 dia pernah beraksi di Bali, merampok nasabah bank sebesar Rp 800 juta.

Atas perbuatannya kali ini Meidi akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas tujuh tahun penjara.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments