Jumat, 23 April 2021

Rp 33 Miliar Disiapkan untuk Penanganan Karhutla di Jambi


Kamis, 04 Maret 2021 | 20:56:43 WIB


Kapolda Jambi Irjen Pol A. Rachmad Wibowo bersama Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto saat meninjau lokasi rawan Karhutla di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Kamis (4/3/2021)
Kapolda Jambi Irjen Pol A. Rachmad Wibowo bersama Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto saat meninjau lokasi rawan Karhutla di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Kamis (4/3/2021) / Metrojambi.com

JAMBI - Dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta Harkamtirmas yang kondusif di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Kapolda Jambi Irjen Pol A. Rachmad Wibowo bersama Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto, meninjau langsung lokasi yang menjadi daerah rawan.

Sebelum turun ke lapangan, Kapolda bersama ketua DPRD terlebih dahulu mendengarkan paparan dari pihak Polres Tanjabbar, Kodim 0419/Tanjab, serta Bupati Tanjabbar.

Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol A. Rachmad Wibowo meminta agar patroli Karhutla lebih ditingkatkan. "Kemudian berupaya mengubah kebiasaan masyarakat membuka lahan dengan cara membakar," ujar Rachmad.

Sementara itu, Bupati Tanjabbar Anwar Sadat mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, serta stakeholder lainnya untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla.

"Kita harapkan tidak ada lagi titik api di Tanjung Jabung Barat," kata Anwar.

Disebutkan Anwar, ada delapan desa di Tanjabbar yang rawan Karhutla yang menjadi fokus perhatian. Kemudian, ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Kalau perlu bantuan dengan menggunakan alat kita akan bantu. Jadi tidak ada alasan lagi petani kita membuka lahan dengan membakar," tandasnya.

Adapun Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto mengatakan pihaknya akan menyiapkan anggaran sesuai dengan yang diajukan untuk penanganan Karhutla.

"Kita telah meminta kepada kepala BPPD membuat penanganan Karhutla untuk jangka panjang, sehingga penyelesaian ini secara permanen," jelas Edi.

Selain itu, Edi juga berharap kepada DPRD Tanjabbar untuk bersinergi dengan eksekutif merumuskan anggaran sehingga cukup untuk menyelesaikan persoalan Karhutla di Tanjabbar.

"Karena Tanjabbar masuk kabupaten yang memang agak rawan Karhutla," sebut Edi.

Lebih lanjut, Edi mengatakan anggaran BTT sebesar Rp 33 miliar siap digunakan untuk kejadian yang luar biasa, baik itu Covid-19 maupun Karhutla.

"Tergantung nanti situasinya seperti apa. Untuk perujukannya sudah kita siapkan, serta anggaran kita sudah ada di BTT Provinsi Jambi," pungkasnya.


Penulis: Nita
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments