Senin, 19 April 2021

Fasha Ditunjuk Jadi Perwakilan Walikota Saat Pertemuan dengan Presiden


Senin, 23 Juli 2018 | 22:12:01 WIB


Walikota Jambi Syarif Fasha bersama Presiden RI Joko Widodo
Walikota Jambi Syarif Fasha bersama Presiden RI Joko Widodo / metrojambi.com

JAKARTA - Walikota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME ditunjuk menjadi perwakilan para walikota dalam pertemuan dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor, Senin (23/7). Pertemuan yang diadakan di Istana Bogor itu, berlangsung penuh dengan keakraban.

Usai pertemuan dengan Presiden, Walikota Jambi Syarif Fasha yang ditunjuk sebagai perwakilan para walikota dalam pertemuan tersebut mengatakan, diskusi berlangsung sangat komunikatif. Selain mendengarkan satu persatu permasalahan di daerah, Presiden juga banyak memberikan arahan guna percepatan pembangunan di daerah.

"Presiden menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan masalah-masalah negara dan bangsa yang harus dikelola bersama mulai dari tingkat pusat hingga daerah," kata Fasha.

Dikatakannya lagi, dalam diskusi itu Presiden juga mendengar dan berdialog langsung, dengan tujuan agar Presiden dapat mengetahui persoalan konkrit yang terjadi di daerah, baik permasalahan daerah sendiri maupun nasional yang ada di daerah.

"Dalam dialog itu, kami menyampaikan permasalahan nasional yang berada di setiap kota. Setidaknya ada delapan poin permasalahan yang dibahas tadi. Diantaranya, kewenangan penanganan jalan dan saluran air nasional, dimana para walikota berharap dana pemeliharaannya diserahkan ke pemerintah kota,” beber Fasha.

“Hal ini dilakukan agar penanganan jalan milik nasional itu bisa berjalan lebih efektif dan efisien. Selain itu juga turut dibahas terkait dengan perlunya penambahan kuota PNS guna mengantisipasi pensiunan serta persoalan pengangkatan K2 yang saat ini di daerah masih tersisa," ujarnya lagi.

Lebih lanjut Fasha mengatakan, para walikota juga mengusulkan bantuan dana kelurahan, seperti halnya yang telah dilakukan dengan Dana Desa. "Kami juga menyampaikan permohonan agar kelurahan juga diberi dana seperti Dana Desa. Karena persoalan di kota justru lebih kompleks dibanding pedesaan, diharapkan dengan adanya Dana Kelurahan akan sangat membantu mengatasi problematika perkotaan," sebut Fasha.

Sementara itu, terkait dengan belum efektifnya implementasi nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Dalam Negeri, Jaksa Agung, dan Kapolri terkait kerja sama Aparatur Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH), para walikota minta Presiden dapat mendorong hal itu agar terimplementasi segera hingga ke daerah.

Selain berharap agar kerja sama badan usaha milik pemerintah juga dilakukan hingga ke tingkat kota, Fasha mengatakan para walikota juga minta bantuan presiden yang telah dicanangkan dalam rangka percepatan pembangunan di daerah sebesar 100 miliar rupiah per kota agar juga dibuatkan Kepresnya.

Terkait dengan Amdal Lalin jalan nasional yang harus mendapat persetujuan Kementerian Perhubungan diusulkan agar diserahkan kepada daerah, selain memangkas birokrasi, secara teknis instansi di daerah juga lebih memiliki kompeten terhadap wilayahnya.

"Kami mengusulkan agar dilakukan pemangkasan birokrasi. Karena proses sederhana itu harusnya cukup dilakukan oleh instansi di daerah karena secara teknis lebih memahami kondisi wilayahnya, maka tidak perlu harus diajukan lagi ke pusat, karena biasanya memakan waktu yang cukup lama sehingga menimbulkan kegelisahan para investor. Usulan ini kami ajukan karena memang hal itu selaras dengan arahan bapak Presiden terkait pelayanan kemudahan investasi," terang Fasha.

Sebelumnya, para walikota yang mengikuti pertemuan tahap pertama tersebut berfoto bersama dengan Presiden di tangga teras depan Istana Bogor sebelum masuk ke tempat pertemuan di ruang Garuda.

Pertemuan dengan 98 wali kota dari seluruh Indonesia itu dilakukan dalam tiga tahap, yang diawali pertemuan dengan 33 wali kota yang berlangsung pada pukul 09.00 WIB. Selanjutnya pertemuan dengan Presiden dilanjutkan hingga petang hari pada sesi 2 dan 3.


Penulis: ist
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments