Senin, 19 April 2021

Tujuh Bangunan di Air Hitam Laut Rusak Diterjang Gelombang


Sabtu, 16 Januari 2021 | 12:15:37 WIB


Salah satu rumah warga di Dusun Nelayan, Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjabtim yang rusak diterjang gelombang
Salah satu rumah warga di Dusun Nelayan, Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjabtim yang rusak diterjang gelombang / Metrojambi.com

 MUARA SABAK - Lima rumah warga serta satu bangunan pengawas perikanan dan satu bangsal di Dusun Nelayan, Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) rusak hingga nyaris roboh akibat diterjang gelombang pasang.

Informasi yang diperoleh Metrojambi.com, gelombang pasang terjadi sejak Rabu (14/1/2021) lalu. Hingga hari ini, Sabtu (16/1/2021), gelombang pasang masih melanda kawasan pesisir tersebut.

Alimin, salah seorang warga mengatakan, kejadian kaki ini merupakan yang terparah selama lebih kurang 30 tahun ia tinggal di daerah tersebut.

"Barang barang sebagian tidak bisa diselematkan. Lantai rumah hancur. Perkakas rumah tangga semua jatuh ke bawah disapu air," ungkap Alimin, yang rumahnya ikut rusak diterjang gekombang.

Agus, warga lainnya yang rumahnya juga mengalami kerusakan mengatakan, tinggi gelombang mencapai tiga meter, menerjang rumah yang ada di dekat muara Sungai Air Hitam Laut.

Akibat hantaman gelombang bangunan rumah menjadi condong nyaris roboh. "Gelombang besar terjadi saat air pasang. Hanya satu jam rumah kami hancur," ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Desa Air Hitam Laut, Abri Sandria mengatakan, musibah ini akibat pasang air laut ditambah tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari belakangan. Kondisi diperparah dengan abrasi yang terjadi di bagian tanjung muara sungai.

"Abrasi sudah menggerus bagian tanjung sejauh 100 meter. Air laut tidak tertahan hingga menghantam rumah di dekat lokasi abrasi," sebut Abri.

Akibat kejadian tersebut, warga terpaksa mengosongkan rumahnya sampai kondisi benar-benar aman.

Arbi juga mengatakan gelombang pasang juga menghancurkan jalan rigit beton sepanjang 15 meter, dan merusak rumah pengawas milik Dinas Perikanan.

"Jalan beton di dekat bangsal ikan roboh. Termasuk rumah dinas milik pemerintah rusak berat dan instaladi listrik di rumah yang terdampak kami putus menghindari korsleting," ujar Arbi.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments