Selasa, 19 Oktober 2021

Denpom II/2 Jambi Amankan Dua Truk Bermuatan Minyak Ilegal

Kamis, 11 Maret 2021 | 07:28:03 WIB


Dua unit truk bermuatan minyak ilegal diamankan anggota Denpom II/2 Sriwijaya
Dua unit truk bermuatan minyak ilegal diamankan anggota Denpom II/2 Sriwijaya / Metrojambi.com

 JAMBI - Detasemen Polisi Militer (Denpom) II/2 Sriwijaya, Jambi menyerahkan ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi dua unit mobil truk jenis Colt Diesel Canter yang mengangkut atau berisikan sebanyak 20 ton minyak mentah ilegal.

Minyak ilegal tersebut diketahui berasal dari daerah Bungku, Kabupaten Batanghari, yang akan dikirim ke wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengatakan, pihaknya sudah menerima pelimpahan barang bukti minyak ilegal serta empat orang terduga pelaku hasil ungkap dan penangkapan yang dilakukan anggota Denpom II/2 Sriwijaya, Jambi pada Rabu (10/3/2021) dini hari pukul 03.00 WIB.

"Kasus ini segera ditangani oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Jambi untuk ditindaklanjuti ke proses hukum, setelah dilimpahkan oleh anggota Denpom yang telah menangkap para pelaku," ujar Sigit, Kamis (11/3/2021).

Adapun kronologis penangkapan yang dilakukan anggota Denpom Jambi, yakni mengikuti satu unit mobil Kijang Innova yang juga turut diamankan, yang diduga digunakan untuk mengawal dua mobil truk pengangkut minyak mentah ilegal tersebut. Penangkapan dilakukan di daerah Tempino, Kabupaten Muaro Jambi.

Informasi awalnya didapat bahwa ada oknum anggota TNI yang akan mengawal BBM Ilegal tersebut, sehingga Denpom langsung turun untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Pada saat di lokasi tidak ditemukan oknum TNI.

"Namun demikian ada pemilik minyak yang mengikuti dari belakang. Saat ini kami amankan ada empat orang," ujarnya.

Berdasarkan penjelasan keempat pelaku, mereka merupakan warga luar Provinsi Jambi, yakni warga Provinsi Sumsel. Rencananya BBM ini akan dibawa ke Bayung Lencir untuk dimasak, dan menurut informasi juga kegiatan ini sudah dilakukan beberapa kali oleh pelaku.

"Ini akan kami dalami dalam pemeriksaan kepada tersangka, baik itu yang berkaitan dengan tindak pidana illegal drilling atau migas maupun mungkin tindak pidana lain yang menyertai," kata Sigit.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments